Indonesia perlu mencapai keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi; Pedoman COVID-19 konsisten, kata Jokowi

JAKARTA: COVID-19 telah mengajarkan Indonesia untuk menyeimbangkan kepentingan kesehatan dan ekonomi, kata Presiden Joko Widodo, Senin (26/1).

Berbicara pada Pidato Kenegaraan tahunan untuk Hari Kemerdekaan negara ke-76 pada hari Selasa, Jokowi mengatakan dalam keputusannya bahwa pemerintah harus terus berhubungan dengan data serta ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru karena Indonesia terus memerangi COVID. perkelahian -19, yang menewaskan sedikitnya 117.000 orang di negara itu.

Jokowi, sapaan akrab presiden, juga menyatakan bahwa tujuan pemerintah konsisten tetapi strategi dan manajemen di lapangan harus dinamis dan beradaptasi dengan masalah dan tantangan.

“Pengetatan dan pelonggaran mobilitas komunal, misalnya, harus dilakukan tidak lebih dari seminggu sekali dengan mengacu pada data terbaru. Mungkin ini sering dibaca sebagai pedoman yang berubah atau tidak konsisten.

“Itulah yang harus kita lakukan untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan masyarakat dan kepentingan ekonomi, karena virus terus berubah dan bermutasi. Oleh karena itu, penanganannya harus berubah sesuai dengan tantangannya,” kata Widodo.

Pengetatan mobilitas yang tak terhindarkan untuk menahan COVID-19 telah mengakibatkan pemerintah memberikan lebih banyak bantuan sosial daripada dalam situasi normal, katanya, sambil juga mencatat bahwa pemerintah telah memastikan bahwa orang dapat menemukan pekerjaan yang layak dan ekonomi dapat meningkat.

Meskipun pandemi telah menghambat pertumbuhan ekonomi, itu tidak boleh menghambat reformasi ekonomi struktural, kata presiden.

Dia menegaskan, realisasi investasi Indonesia Januari-Juni minimal Rp442,8 triliun.30,55 miliar), tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan. Sekitar 51,5 persen investasi yang dilakukan berada di luar Jawa.

Investasi tersebut menciptakan lebih dari 620.000 pekerjaan bagi orang Indonesia, katanya juga.

READ  India: Indonesia memberi pengarahan singkat kepada India tentang persiapan KTT G20 di Bali

Dengan tambahan investasi dalam beberapa bulan mendatang, negara diharapkan dapat memenuhi targetnya sebesar Rs 900 triliun tahun ini, katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *