Huawei Clouds meluncurkan wilayah Indonesia dengan akses latensi rendah

JAKARTA (The Jakarta Post/Asia News Network): Huawei Cloud telah mengumumkan peluncurannya di wilayah Indonesia untuk memanfaatkan transformasi digital di negara tersebut, yang membutuhkan peningkatan infrastruktur komputasi cloud.

“[This region’s launch] sangat penting untuk mencapai visi nasional Indonesia Emas [Golden Indonesia] 2045,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Kamis (24/11).

Menurut Luhut, pusat data on-premises berbasis cloud Huawei dapat menciptakan ekosistem yang dibutuhkan untuk pengembangan digital negara dan pertumbuhan ekonomi digital.

Huawei mengumumkan bahwa wilayah cloud di Indonesia mencakup 29 zona ketersediaan, di mana operator lokal teratas terhubung langsung untuk koneksi one-hop, latensi rendah, memungkinkan akses dalam 20 milidetik di kota-kota besar.

Perusahaan mengatakan teknologinya memastikan ketersediaan tinggi 99,99 persen, kehilangan data nol dan kontinuitas layanan, dengan sertifikasi Level 6 dari Disaster Recovery Institute International.

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia, mengatakan, “Wilayah Indonesia adalah pusat regional KooVerse,” sumber daya penyimpanan, komputasi, dan jaringan global dari Huawei Cloud.

Peluncuran ini merupakan bagian dari kesepakatan Huawei dengan pemerintah sebagai bagian dari transformasi digital Indonesia, yang dilengkapi dengan komitmen investasi senilai $300 juta selama lima tahun untuk infrastruktur cloud on-premise.

Huawei juga telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan 1.000 perusahaan Indonesia serta memberikan dukungan teknis dan pelatihan kepada 500 startup.

Selain itu, perusahaan telah berjanji untuk melatih 100.000 orang di Indonesia dalam pengembangan bakat digital melalui Huawei Asean Academy, dengan harapan dapat menciptakan ekosistem lokal yang dibangun di atas infrastrukturnya.

Akademi mengatakan sudah mencapai 70.000 peserta pelatihan dan tidak akan berhenti di 100.000.

Huawei Asean Academy Indonesia didirikan pada tahun 2020 di Cilandak, Jakarta. Akademi ini terdiri dari tiga institut, masing-masing dengan fokus pada teknik, teknologi, dan ekonomi.

READ  Dosis vaksin penyakit mulut dan kuku tiba di Indonesia - Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.