Petugas selidiki betapa langkanya harimau sumatera tertular COVID-19 di Indonesia

Pejabat sedang menyelidiki bagaimana dua harimau Sumatera yang langka tertular COVID-19 di Indonesia.

Dua harimau, Tino yang berusia sembilan tahun dan Hari yang berusia 12 tahun, jatuh sakit dan menunjukkan gejala COVID-19 dalam beberapa hari pada awal Juli, The Associated Press dilaporkan.

Pada 9 Juli, Tino mulai menunjukkan tanda-tanda termasuk pilek, sesak napas, kehilangan nafsu makan, dan bersin. Intelijen melaporkan bahwa Hari menunjukkan tanda yang sama beberapa hari kemudian, dan keduanya kemudian mengembalikan tes COVID-19 positif setelah dihapus, menurut seorang pejabat Jakarta.

Harimau sumatera hanya asli pulau sumatera di Indonesia dan merupakan spesies harimau terkecil di dunia. berdasarkan ke National Geographic. Mereka dianggap spesies yang terancam punah dengan kurang dari 500 yang tersisa karena perburuan dan penggundulan hutan.

Suzi Marsitawati, Direktur Dinas Pertamanan dan Kehutanan Kota Jakarta, mengatakan harimau tersebut kini mulai pulih setelah 10 hingga 12 hari dirawat. dilaporkan.

Dia mengatakan Kebun Binatang Ragunan di Jakarta memantau kesehatannya dengan cermat, AP mencatat.

“Kondisimu sekarang baik. Nafsu makan mereka sudah kembali dan mereka aktif,” kata Marsitawati.

Dia melaporkan bahwa tidak ada staf lain di kebun binatang yang dites positif terkena virus, dan para pejabat sedang menyelidiki bagaimana harimau itu terinfeksi, karena kebun binatang itu sudah ditutup untuk pengunjung pada saat itu, lapor Reuters.

“Ketika hewan mulai menunjukkan gejala, Kebun Binatang Ragunan sudah ditutup karena pembatasan mobilitas darurat,” kata Marsitawati.

Kasus COVID-19 di Indonesia terus menurun sejak mencapai rekor tertinggi 56.757 kasus terkonfirmasi pada 15 Juli Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Pada 30 Juli, negara itu mencatat 41.168 kasus.

READ  Polisi menangkap putra Indonesia karena menghina lagu kebangsaan Indonesia Negaraku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *