Menlu UEA bahas kerja sama bilateral dengan Indonesia

Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Uni Emirat Arab bertemu dengan Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia, di sela-sela pertemuan G20 di Bali, Indonesia.

Menurut kantor berita negara WAM, kedua belah pihak membahas hubungan bilateral dan cara-cara untuk meningkatkan kerja sama mereka selama pertemuan tersebut. Sheikh Abdullah mengatakan UEA, yang dipimpin oleh Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, berkomitmen pada upaya internasional untuk mendukung proses pembangunan berkelanjutan.

UEA dan Indonesia menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) pada awal Juli. Ditandatangani di Istana Al Shati di Abu Dhabi, pakta tersebut bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral tahunan menjadi $10 miliar selama lima tahun dengan menghilangkan hambatan perdagangan pada berbagai barang dan jasa.

Baca: Uni Emirat Arab dan Indonesia Tandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif

Menyambut Syekh Abdullah, Retno Marsudi menegaskan tekad Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan UEA di berbagai bidang, menyoroti posisi rintisan UEA di tingkat regional dan internasional.

Kedua belah pihak kemudian menunjukkan bahwa CEPA yang ditandatangani oleh kedua negara merupakan bagian dari visi bersama untuk meningkatkan peluang ekonomi mereka dan mencapai pemulihan dari pandemi COVID-19.

Kedua negara terus bekerja sama erat dengan berkolaborasi dalam berbagai proyek strategis. CEPA akan mempercepat proyek-proyek investasi senilai lebih dari $10 miliar di sektor-sektor prioritas seperti pertanian, energi dan infrastruktur, terutama logistik, sambil mempromosikan kerja sama di bidang pariwisata, kewirausahaan, dan perawatan kesehatan.

READ  Indonesia meminta maaf karena telah menganiaya seorang diplomat Nigeria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.