ICC memberikan Alkitab kepada komunitas Kristen di Indonesia

01.06.2023 Indonesia (Kepedulian Kristiani Internasional) – Arib dan istrinya Amara tinggal di Indonesia bagian utara. Mereka melayani sebagai pendeta di sebuah gereja lokal kecil yang mereka selesaikan lebih dari dua tahun lalu. Arib juga bekerja sebagai guru di sebuah sekolah di desanya. Sayangnya, gerejanya baru-baru ini menghadapi reaksi keras dari komunitasnya yang mayoritas Muslim. Arib baru-baru ini mengatakan kepada ICC, “Kami merasa sulit untuk berdoa di tempat yang kami bangun dua tahun lalu. Masyarakat setempat keberatan dengan keberadaan gereja di kawasan itu.”

Otoritas setempat mulai terus memantau dan menentang kegiatan gereja. Sebuah pertemuan diadakan untuk membahas hal ini dan pihak berwenang meminta agar kami mengadakan kebaktian di rumah berbagai anggota gereja dan bukan di gedung gereja. Untuk mempersulit jemaah untuk beribadah, pihak berwenang mengatakan mereka tidak diperbolehkan memiliki satu tempat ibadah pun.

Meski telah memiliki gedung gereja sendiri selama dua tahun, umat berjuang untuk tetap beribadah di sana.

Saat perjuangan untuk beribadah di gerejanya berlanjut, Arib melihat bahwa salah satu sekolah setempat tidak menawarkan kursus di mana siswa dapat belajar tentang agama selain Islam. Dia menawarkan diri untuk mengajar kursus pendidikan Kristen secara gratis. Awalnya, kepala sekolah menentang pelajaran agama Kristen karena sekolah tersebut mayoritas beragama Islam, namun Arib bersikeras pada pelajaran tersebut dan mempertanyakan hak siswa untuk pelajaran agama Kristen. Akhirnya, dewan sekolah menyetujui permohonannya, dan dia sekarang mengajar di kelasnya setiap hari Jumat.

Masalah signifikan yang dihadapi gereja dan sekolah tempat Arib melayani adalah kurangnya Alkitab dalam bahasa asli mereka. Baru-baru ini, Arib menghubungi seorang anggota staf International Christian Concern (ICC) dan menanyakan tentang dana untuk pembelian Alkitab untuk gereja dan sekolah. Hasilnya, ICC Arib mampu menyediakan 60 Alkitab untuk digunakan di gereja dan sekolah.

READ  PH, tentara Indonesia melakukan latihan kontra-pemberontakan pada bulan Juni

Untuk wawancara silahkan hubungi: [email protected]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.