Duta Besar Malaysia yang ditunjuk untuk Indonesia Tajuddin menolak kritik dan akan mulai menjabat minggu ini

KUALA LUMPUR: Anggota parlemen Malaysia untuk Pasir Salak Tajuddin Abdul Rahman telah menepis kritik atas penunjukannya sebagai duta besar untuk Indonesia, sambil mencatat bahwa beberapa komentar tidak adil baginya.

Keputusan Putrajaya untuk memilih politisi kontroversial berusia 74 tahun dan mantan ketua perusahaan transportasi umum Prasarana untuk menggantikan diplomat senior Zainal Abidin Bakar telah menuai kritik.

Media Malaysia melaporkan Tajuddin mengatakan dia lebih nyaman diam untuk saat ini dan hanya akan berkomentar ketika waktunya tepat.

Namun, dia mengambil beberapa kritik dan tuduhan yang dia katakan tidak adil kepadanya, harian Malaysia Utusan Malaysia melaporkan.

“Saya tidak ingin membuat pernyataan apa pun karena banyak yang telah menulis begitu banyak, beberapa di antaranya tidak adil bagi saya.

“Anda tidak mengenal saya, tetapi hanya sebagai orang tua, meskipun saya telah mengabdi kepada pemerintah, negara dan rakyat selama lebih dari 45 tahun sejak saya berusia 25 tahun,” kata Tajuddin seperti dikutip.

“Saya akan diam untuk saat ini dan hanya berbicara ketika saatnya tiba,” tambahnya setelah menghadiri open house Hari Raya di Kuala Terengganu, Jumat (20 Mei), menurut Utusan.

Tajuddin dilaporkan mengatakan dia akan berangkat ke Indonesia minggu ini ketika dia menjabat sebagai duta besar.

JADWAL PENGANGKATAN DENGAN PRESIDEN WIDODO : PM ISMAIL SABRI

Perdana Menteri Ismail Sabri Yaacob mengkonfirmasi Rabu lalu bahwa penunjukan baru Tajuddin sebagai utusan telah disetujui oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.

Mr Ismail Sabri menunjukkan bahwa Mr Tajuddin telah menerima surat dari Presiden Indonesia tentang penunjukan tersebut.

“Kami telah sepakat untuk menunjuk (Tajuddin sebagai duta besar) dan Indonesia juga telah menyetujuinya,” kata Ismail Sabri seperti dikutip Bernama.

READ  Indonesia, Banjir di kota Semarang (Jawa Tengah) (24 Mei 2022) - Indonesia

Dia juga menunjukkan bahwa Tajuddin adalah politisi berpengalaman dan berpengalaman. Dia mengatakan semua orang harus menunggu sampai mereka memulai tugas mereka sebagai duta besar.

Tajuddin, yang menjabat sebagai ketua Prasarana Malaysia Berhad, sebuah perusahaan angkutan umum milik negara, dikritik karena penanganannya terhadap tabrakan light rail transit (LRT) di Kuala Lumpur tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.