Pengaturan | Perempuan Menari melestarikan tarian tradisional Indonesia dalam ruang digital

Di saat beberapa tradisi mulai memudar di era globalisasi, ada sekelompok wanita di Jakarta yang tetap menghidupkan tarian tradisional Indonesia. Mereka secara aktif mengunggah video sesi latihan mereka ke platform seperti Facebook, Instagram, dan YouTube. Mereka bahkan baru-baru ini mulai menggunakan TikTok untuk menunjukkan kecintaan mereka pada tari tradisional Indonesia kepada generasi muda. 70% dari mereka berusia antara 45 dan 60 tahun dan berharap bisa meneruskan obor. Komunitas tersebut disebut Perempuan Menari. Perempuan berarti “wanita” dan menari artinya “menari” dalam bahasa Indonesia.

“Kami mulai pada 2018 hanya dengan tujuh orang. Dalam setahun keanggotaan kami bertambah menjadi sekitar 60 anggota dan sekarang kami memiliki 96 anggota. Sesuatu [heard of the group] dari mulut ke mulut dari anggota kami. Tapi mayoritas sebenarnya mengenal kami dari media sosial. Profil bervariasi dari remaja hingga orang berusia enam puluhan – mahasiswa, ibu rumah tangga, atau wanita karier. Tidak semua dari kita memiliki pengalaman menjadi penari, jadi semua orang bisa belajar dari nol di sini. Misi kami sederhana: Kami ingin menjaga tarian tradisional Indonesia tetap hidup, ”kata Pritha Nandini, pendiri Perempuan Menari.

Kru Perempuan Menari sedang mempersiapkan etalase toko mereka pada Desember 2020. Foto milik Perempuan Menari.

Nama Perempuan Menari merupakan perwujudan harapan agar perempuan khususnya para ibu menjadi panutan nyata bagi generasi penerus dan menginspirasi generasi muda untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya tari tradisional. Setiap tahun grup mengadakan pertunjukan yang mengikuti tema. Pertunjukan pertama pada tahun 2018 bertajuk “Seloka Swarnadwipa” (“Energi Pulau Emas, Sumatera”) dan menampilkan berbagai gerakan Sumatera yang bercampur dengan variasi Melayu. Pada tahun berikutnya “Pesona Indonesia Timur” menampilkan koreografi seperti tari Tifa dari Nusa Tenggara Timur dan tari Saureka Reka dari Maluku. Pertunjukan terakhir adalah “Genderang Swargabhumi” (“Suara Surga di Bumi”) pada tahun 2020, di mana 12 tarian dari Indonesia Barat dan Timur ditampilkan. Secara khusus, grup tersebut menampilkan kolaborasi musik tradisional.

READ  Bersiaplah untuk kejutan dari luar angkasa minggu ini

Untuk melanjutkan membaca artikel ini, silakan pergi ke Oasis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *