Pemerintah Indonesia menggunakan konsorsium lokal untuk menyediakan jaringan SATRIA SATCOM

Indonesia dari luar angkasa. Gambar milik NASA.

Pemerintah Indonesia telah menugaskan konsorsium perusahaan lokal untuk mengoperasikan satelit telekomunikasi broadband yang menyediakan akses Internet luas di seluruh nusantara.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pada Rabu 12 Februari 2020 bahwa financial agreement akan ditutup bulan depan agar konsorsium bisa segera bekerja. Proyek untuk membangun dan memulai Republik Satelit Indonesia (SATRIA) dipimpin oleh konsorsium Pasifik Satelit Nusantara (PSN), yang terdiri dari Pintar Nusantara Sejahtera, Pasifik Satelitusantara, Dian Semesta Sentosa dan Nusantara Satelit Sejahtera.

“Kami berharap SATRIA akan diluncurkan pada kuartal keempat tahun 2022,” kata Plate selama dengar pendapat pemerintah untuk komisi pengawasan kebijakan pertahanan dan luar negeri. Ia menambahkan, beberapa negara akan dilibatkan dalam mendanai proyek tersebut.

Konsorsium tersebut telah menyewa Thales Alenia Space yang berbasis di Prancis untuk mengembangkan dan memproduksi satelit tersebut. Menurut situs web Thales, SATRIA akan menjadi satelit VHTS (Very High Throughput), yang desainnya didasarkan pada platform Spacebus NEO serba listrik milik Thales dan dilengkapi dengan prosesor digital generasi kelima (5G).

Thales juga akan membangun pusat kendali satelit utama dan cadangan, stasiun telekomunikasi dan telemetri, serta segmen misi darat. Selain itu, Thales akan mengembangkan program pelatihan untuk para insinyur PSN, beberapa di antaranya akan bergabung dengan tim proyek di Cannes dan Toulouse selama konstruksi.

SATRIA akan meluncurkan roket Falcon 9 yang dipasok dari SpaceX yang akan meluncurkannya ke orbit pada 146 ° BT selama 15 tahun.

Kecepatan transfer data akan melebihi 150 gigabyte per detik dan akan digunakan untuk memperluas akses internet ke daerah-daerah terpencil di Indonesia dan menghubungkan lebih dari 150.000 pemancar data di seluruh negeri untuk mendukung sistem digital baru untuk pendidikan, perawatan kesehatan, administrasi pemerintahan, dan pertahanan.

READ  Peristiwa astronomi pada 21 Desember 2020 diharapkan menjadi penggabungan dua planet besar di tata surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *