Kebijakan Bersyarat dan Bersyarat Gratis George Floyd

Jakarta, CNN Indonesia –

Petugas polisi dituduh membunuh orang kulit hitam George floyd dibebaskan dari penjara Minnesota dengan jaminan US $ 1 juta, atau sekitar Rs 14 miliar. Derek chauvin sebelumnya dituduh melakukan pembunuhan dan pembunuhan di lantai dua dan tiga.

Menurut gambar yang beredar, Chauvin menempelkan lututnya ke leher Floyd hingga lemas saat ditangkap pada Mei lalu.

Kantor Sheriff County Hennepin pada Rabu (7/10) merilis berita pembebasan bersyaratnya setelah Chauvin menjalani lebih dari empat bulan penjara, asalkan dia tetap di Minneapolis sampai persidangan.


Baik Chauvin maupun pengacaranya tidak berkomentar. Tapi Ben Crump, pengacara keluarga Floyd, mengecam pembebasannya.

“Derek Chauvin memposting obligasi $ 1 juta hari ini, (dia) membeli kebebasannya setelah dia mencuri George Floyd hidup-hidup,” katanya dalam tweet di Twitter.

“Pembebasannya dengan jaminan merupakan pengingat yang menyakitkan bagi keluarga George bahwa kami jauh dari melakukan keadilan”, lanjutnya, dikutip oleh AFP.

Sejumlah kelompok telah menyerukan protes daring lebih lanjut terhadap pembebasan Chauvin, 44, tetapi tidak diketahui apakah jumlah yang dihasilkan akan berdampak besar pada putusan pengadilan.

Chauvin, mantan petugas polisi Minneapolis dipecat dan akan diadili pada Maret 2021 bersama dengan tiga mantan petugas polisi lainnya yang terlibat dalam kematian Floyd. Insiden tersebut memicu gerakan anti-rasis terbesar di Amerika Serikat sejak 1960-an.

Tiga pelaku lainnya, Thomas Lane, Alexander Kueng dan Tou Thao, telah didakwa membantu dan bersekongkol untuk melakukan pembunuhan dan pembunuhan tingkat dua. Ketiganya telah dibebaskan dengan jaminan.

Kematian Floyd pada 25 Mei telah menjadi simbol rasisme sistemik dan pelecehan polisi terhadap orang Afrika-Amerika. Kematiannya memicu gelombang protes yang berlanjut di bawah slogan “Black Lives Matter”.

READ  Hanya 10 km jauhnya, Kinmen Taiwan rentan terhadap invasi Tiongkok

Jaksa mengatakan, kematian tersebut bermula ketika Floyd diduga memperdagangkan mata uang palsu US $ 20 atau Rp 294.000. Ia mengatakan kejadian itu “keji, brutal dan tidak manusiawi.”

Keempat terdakwa mengatakan keputusan untuk menahan Floyd bisa dibenarkan. Mereka juga menunjukkan bukti koroner obat yang ditemukan di tubuh Floyd yang kemungkinan menjadi penyebab utama kematian.

Semua petugas yang terlibat dipecat sehari setelah kematian Floyd, mencerminkan keseriusan yang semakin meningkat bahwa kota-kota di Amerika menerima tuduhan pelecehan polisi.

(tahun / evn)

[Gambas:Video CNN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *