Ini adalah jumlah korban yang terkena ledakan di konsulat Prancis

Ledakan itu terjadi di konsulat Prancis di Jeddah.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH – Dua orang dilaporkan terluka dalam serangan di pemakaman non-Muslim. Acara yang diselenggarakan oleh Konsulat Perancis di Jeddah, Rabu 11/11, ini merupakan rangkaian peringatan berakhirnya Perang Dunia Pertama.

Nathalie Goulet, seorang senator Prancis dan anggota kelompok parlemen antara Prancis dan Negara-negara Teluk, mengatakan sebuah alat peledak dilemparkan ke pemakaman itu. Menurut Goulet, dua orang yang terluka dalam ledakan tersebut mengalami luka ringan.

Selain itu, dalam rangka peringatan 102 tahun gencatan senjata yang mengakhiri Perang Dunia I, juga dikabarkan hadir beberapa perwakilan dari berbagai negara. Secara khusus, negara-negara Eropa sering memperingati hal itu setiap tahun. Hingga berita ini, pejabat Saudi belum mengomentari kejadian tersebut.

Kutipan bukit, Pada Rabu 11/11, penyerangan terhadap konsulat Perancis bukanlah yang pertama kali terjadi. Pasalnya, pada 29 Oktober lalu, terjadi penyerangan terhadap penjaga di konsulat Prancis di Jeddah. Serangan tersebut dilaporkan dilakukan oleh seorang Arab Saudi, meskipun tidak ada motif yang jelas dari penikaman tersebut.

Menurut akun tersebut, penikaman itu terjadi pada hari yang sama ketika tiga orang diduga tewas dalam serangan lain di Gereja Notre-Dame di Nice, Prancis. Polisi menangkap tersangka penyerang. Pihak berwenang sejak itu segera menangkap sejumlah besar orang sehubungan dengan pemboman Nice.

Identitas tersangka, kata Issaoui, berasal dari Tunisia. Dia diduga memegang Alquran dan tas berisi dua pisau yang tidak terpakai. Tas lain dengan barang-barangnya juga memiliki dua pisau.

Aksi tersebut merupakan reaksi dari seorang guru yang menayangkan kartun Nabi Muhammad di ruang kelasnya untuk pelajaran kebebasan berbicara. Namun, sang profesor, Paty, dikabarkan pernah dipenggal oleh seorang pemuda beberapa waktu sebelumnya.

READ  1 dari 10 orang dapat terinfeksi virus corona

BACA JUGA: Kerudung penarikan paksa manusia, kasus dibawa ke jalur hukum

Written By
More from Kaheela Miah

China adalah negara pertama yang meluncurkan satelit 6G, apakah benar-benar 100 kali lebih cepat dari 5G? Semua halaman

KOMPAS.com – Saat itu teknologi 5G baru ramai dibicarakan oleh sejumlah negara....
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *