Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% pada kuartal ketiga

TEMPO.CO, jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia berhasil menjaga momentum pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,5 persen pada kuartal III 2022.

“Pada kuartal ketiga, ekonomi kita masih akan tumbuh sangat kuat di atas 5,5 persen. Itu perkiraan Departemen Keuangan,” ujarnya dalam konferensi pers APBN, Jumat, 21 Oktober 2019.

Sri mengatakan ekonomi Indonesia masih sehat dan kuat dalam jangka pendek. Hal ini tercermin dari beberapa indikator antara lain mobilitas, indeks penjualan eceran dan indeks belanja yang semuanya masih positif dan ekspansif. Hal yang sama berlaku untuk sisi pasokan, yang menguat, katanya.

Artinya, Prompt Manufacturing Index (PMI) Indonesia masih dalam tahap ekspansi selama 13 bulan berturut-turut.

Indonesia ‘tahan’ terhadap penurunan ekonomi global

Di tengah pelemahan ekonomi global, Sri Mulyani mengatakan kondisi Indonesia relatif tangguh. Selain itu, IMF memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 sebesar 5,3 persen. Tahun depan, kecepatannya harus mencapai 5,0 persen.

Hal itu, kata dia, karena kinerja sektor luar negeri Indonesia. Dalam hal neraca perdagangan, Indonesia membukukan surplus $4,9 triliun pada bulan September, surplus selama 29 bulan berturut-turut. Sepanjang tahun ini, surplus perdagangan kumulatif mencapai $39,9 triliun, memberikan perlindungan terhadap guncangan ekonomi global.

Meski terlihat cukup tangguh dan sehat, perekonomian Indonesia harus tetap waspada menghadapi tantangan di tahun 2023, kata Sri. Gelombang perlambatan ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga tentunya akan mempengaruhi indikator dan faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

RIANI SANUSI PUTRI

Klik di sini untuk mendapatkan berita Tempo terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.