Harga premium Pertalite kini sudah tersedia di 143 SPBU di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) memperpanjang penerapan diskon BBM Pertalite ke harga premium di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Eko Kristiawan, Direktur Komunikasi, Hubungan, dan Pemasaran CSR Wilayah III Pertamina, mengatakan pihaknya terus memperluas cakupan implementasi. Diskon Pertalitemelalui program Langit Biru (PLB) untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan.

Sama seperti PLB di daerah lain, Pertamina menawarkan potongan harga Pertalite agar konsumen bisa membeli BBM dengan angka oktan 90 dengan harga Rp 6.450 per liter atau setara Premium.

Baca juga: Daftar harga Antam Emas 0,5 gram untuk 1 kg hari ini

Dipastikan PLB hanya berlaku bagi konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum (angkot), dan taksi dengan tanda kuning.

“Selain kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, Pertamina juga membidik angkot kuning dan taksi yang merupakan angkutan umum. Kami berharap bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih peduli lingkungan dan beralih ke bahan bakar yang berkualitas,” ucapnya. Eko pada Senin dalam keterangan tertulis (23/11/2020).

Eko menambahkan, PLB kali ini dilaksanakan di 24 SPBU Jakarta Barat, 39 SPBU di Jakarta Selatan, dan 51 SPBU di Jakarta Timur.

Beberapa waktu lalu Pertamina juga menerapkan PLB di 11 SPBU di Kota Jakarta Pusat dan 18 SPBU di Kota Jakarta Utara.

Baca juga: Kuartal ketiga tahun 2020, ekonomi Singapura minus 5,8 persen

Total ada 143 SPBU di DKI Jakarta yang menawarkan diskon Pertalite untuk Premium.

“Konsumen bisa mengidentifikasi stasiun tempat promo ditawarkan dengan spanduk yang ditempel di totem SPBU. Stasiun ini siap melayani masyarakat yang menginginkan bahan bakar berkualitas dan lebih ramah lingkungan,” kata Eko.

READ  Luhut Binsar Pandjaitan menjawab pernyataan "China-Centric"

Meski sedang promo, Pertamina disebut tetap menawarkan premium di wilayah DKI Jakarta, antara lain Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Selatan, dan Kota Jakarta Timur.

“Karena ada kontrak pemerintah, Pertamina saat ini masih menjual dan menawarkan produk premium. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Eko.

Baca juga: Apa kompensasi penundaan penerbangan bagi penumpang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *