Boeing 737-800 Garuda Indonesia mengalami kerusakan mesin nomor 2

Pada 17 Februari, sebuah Boeing 737-800 dengan 25 penumpang, yang terbang dari Makassar (UTP) ke Gorontalo (GTO) di Indonesia, harus kembali ke asalnya segera setelah lepas landas setelah terjadi kerusakan mesin. Media lokal melaporkan bahwa mesin nomor 2 kembali mengeluarkan asap. Pesawat dapat kembali dan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar 25 menit setelah lepas landas.

Pesawat tersebut adalah Boeing 737-800 berusia 10,6 tahun yang terdaftar sebagai PK-GFF. Foto: Aero Icarus melalui Wikimedia Commons

Data penerbangan

737 lepas landas dari Makassar pada 17 Februari pukul 09:54 waktu setempat Bandara Internasional Hasanuddin. Jet tersebut terbang ke Bandara Djalaluddin di Gorontalo sebagai penerbangan GA642.

Saat pesawat keluar dari UTP, Suarasulsel.id melaporkan bahwa mesin nomor 2 mengeluarkan asap hitam. Berdasarkan data penerbangan, tampak bahwa kru berhenti mendaki dan naik ke ketinggian 4.000 kaki.

Data menunjukkan pesawat menghentikan pendakiannya di sekitar 4.000 kaki. Foto: FlightRadar24.com

Pukul 10:04, pilot GA642 memberi tahu menara bahwa pesawat akan melakukan pendaratan darurat karena kerusakan mesin. Dua menit kemudian, menara UTP berkoordinasi dengan Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin menginformasikan bahwa ada pesawat Garuda yang melakukan pendaratan darurat.

Kemudian, pada pukul 10.10 WIB, petugas pemadam kebakaran bandara Hasanuddin Lanud dan pihak bandara serta ambulans bersiaga di dekat landasan pacu.

Lintasan PK-GFF
Jalur penerbangan terlihat seperti jet yang mengorbit beberapa kali sebelum mendarat. Foto: FlightRadar24.com

Suarasulsel.id menyatakan PK-GFF melakukan pendaratan darurat yang aman di landasan pacu 03-21 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 10.18 WIB. Itu diparkir dengan aman di dudukan apron jarak jauh R38.

26 penumpang di pesawat jet itu turun pada pukul 10:25 pagi dan dijemput oleh bus antar-jemput dan dibawa ke Gerbang 7 untuk menunggu penerbangan pengganti.

Tim teknis Garuda Indonesia memeriksa pesawat tersebut setelah pembebasan penumpang.

Posting Twitter berikut menunjukkan foto mesin bersama dengan fragmen yang tidak teridentifikasi.

Tetap terinformasi: Daftar untuk kami berita penerbangan harian intisari.

Tentang PK-GFF

Boeing 737-800 yang terdaftar sebagai PK-GFF berusia 10,6 tahun dan telah dikirim ke Garuda Indonesia pada Agustus 2010. Data dari Planespotters.net mencatat bahwa pesawat ini didukung oleh sepasang turbofan CFMI CFM56.

READ  10 Saham ini mendapat untung banyak kemarin, ada 6 saham konstruksi!

Garuda Indonesia telah melengkapi pesawat dengan 12 kursi kelas bisnis dan 150 kursi lainnya di kabin ekonomi.

Hingga 5 Februari, PK-GFF tampaknya terbang cukup sering – empat hingga enam penerbangan sehari. Namun, antara tanggal 5 dan 16 Februari, pesawat tersebut tampak tidak aktif dan tetap berada di hub Garuda di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta.

737 Garuda
737-800 didukung oleh dua mesin CFM56. Foto: Aero Icarus melalui Wikimedia Commons

Meskipun kerusakan mesin terjadi dari waktu ke waktu dan sebagian besar mengakibatkan pengalihan dan pendaratan yang aman, insiden yang melibatkan maskapai penerbangan Indonesia menarik perhatian ekstra akhir-akhir ini. Untungnya, pesawat dapat melakukan pendaratan yang aman dalam kasus ini.

Menurut Anda, apa yang mungkin terjadi dengan pesawat itu? Beri tahu kami pendapat Anda di komentar.

Simple Flying menghubungi Garuda Indonesia untuk mengomentari insiden tersebut. Tidak ada tanggapan yang diterima dari maskapai penerbangan pada saat publikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *