5 hari lagi, puncak dari fenomena hujan meteor Orionid

Lingkar Madiun – Berbagai fenomena astronomi terjadi pada bulan Oktober itu.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sudah mengumumkan jadwal tersebut fenomena astronomi Ini akan terjadi pada minggu ketiga Oktober 2020.

Baca juga: Pelajari lebih lanjut Jay Jay ENHYPEN Putra Sultan

Salah satunya adalah fenomena Hujan meteor Orionid yang dijelaskan berasal dari sisa-sisa debu komet Halley.

Seperti dikutip Pikiran-rakyat.com di dalam artikel “5 fenomena astronomi Pada minggu ketiga bulan Oktober 2020 salah satu hujan meteor Orionid terjadi“dan dari Instagram @pussainsa_lapan.



Baca juga: Kebakaran hutan California menghabiskan 4 hektar tanah dan membunuh 31 orang

Aktif mulai 2 Oktober hingga 7 Oktober 2020, sorot Hujan meteor terjadi pada 21 Oktober. Hujan meteor ini dinamai berdasarkan titik ukuran radian (tempat asal kemunculannya) Hujan meteor), yang terletak di konstelasi Orion.

Komet Halley mengorbit matahari setiap 76 tahun dan menghilangkan debu komet ini Hujan meteor Orion. Bukan hanya Orionid, Hujan meteor Eta Aquarid, yang muncul pada awal Mei, juga berasal dari debu komet Halley.

Baca juga: UPDATE: Kasus Covid-19 Pada tanggal 15 Oktober 2020, Indonesia menempati urutan ke-3 se-Asia

READ  Alquran dan sains mengungkapkan atmosfer pelindung bumi dan isinya: Okezone Techno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *