Video pria Indonesia “mandi” dan “memancing” di lubang besar menjadi viral dan pihak berwenang akhirnya memperbaiki jalan

Seorang Indonesia punya rencana unik untuk memperbaiki lubang di wilayahnya. Ketika air berkumpul di lubang besar di tengah jalan yang sibuk, dia mencoba memancing terlebih dahulu dan kemudian mandi di genangan air. Video kejahatannya segera menjadi viral. Pihak berwenang terpaksa mengambil tindakan dan pekerjaan perbaikan jalan kini telah dimulai.

Dalam salah satu video, pria yang diidentifikasi sebagai Amaq Ohan itu terlihat mandi di genangan air berlumpur di jalan raya yang rusak. Dia menggunakan cangkir untuk menuangkan air ke dirinya sendiri dan melihatnya mencuci rambutnya dari busa. Aksinya menjadi tontonan warga dan komuter lokal yang melintas di kendaraan mereka. Sebelum mandi, dia juga difoto duduk di kursi, melempar pancing ke lubang besar, dan memprotesnya lagi.

Segera video dan foto yang diambil oleh pemirsa menjadi viral dan menyebabkan kehebohan di dunia maya. Penduduk menekankan bagaimana kondisi jalan yang buruk memperburuk perjalanan sehari-hari dan menyebabkan banyak kecelakaan di masa lalu.

Tonton videonya di sini:

Menurut laporan lokal, aksi protes tersebut direkam di jalan rusak di Kota Praya, Pemerintahan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Ini merupakan protes terhadap kondisi jalan dan drainase yang rusak. Karena genangan dan lubangnya banyak yang menyisakan korban, ”Ohan, aktivis sosial dan relawan dari komunitas Tulus Angen, dikutip Berita Antara.

Rian Mahesa, bagian dari organisasi yang sama yang memfilmkan protes aneh tersebut, menekankan pentingnya lokasi protes. “Letaknya di tengah kota, sangat dekat dengan gedung-gedung megah dan mewah di Lombok Tengah, diantaranya kampus IPDN NTB, Gedung Politeknik Pariwisata Lombok dan Kantor Bupati Lombok Tengah,” ujarnya. Detik News.

Kedua aktivis tersebut mengatakan jalan rusak selama dua tahun dan kondisinya memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Warga senang dengan intervensi mereka. “Warga menyukainya, bahkan yang memberi saya payung saat memancing,” kata Ohan Berita Tribune.

Tampaknya pihak berwenang akhirnya mendapat kabar ketika Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Provinsi NTB mengatakan kepada media setempat bahwa mereka akan segera memperbaiki jalan tersebut. Namun, mereka dengan tegas membantah tuduhan bahwa mereka “terlambat”.

READ  Informasi tentang vaksin Covid-19 untuk orang dengan penyakit penyerta

“Tidak ada yang namanya ‘terlambat’. Jelas bahwa pemerintah berusaha untuk bereaksi cepat terhadap aspirasi dan tuntutan rakyat, ”kata bos kepada perwakilan pers. kelapa dilaporkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *