Uni Emirat Arab dan Indonesia melihat peningkatan yang kuat dalam perdagangan, investasi melalui pakta baru

SINGAPURA (ICIS) – Uni Emirat Arab dan Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan bebas pada 1 Juli yang akan menghapus atau menurunkan tarif secara tajam pada sebagian besar barang yang diperdagangkan antara kedua negara.

Kesepakatan itu diharapkan untuk “meningkatkan perdagangan bilateral menjadi lebih dari $10 miliar dalam lima tahun,” kata Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan dalam sebuah posting Twitter 1 Juli.

Total perdagangan antara kedua negara diperkirakan mencapai US$4 miliar pada tahun 2021, menurut Kementerian Perdagangan Indonesia.

Ekspor utama UEA ke Indonesia adalah minyak non-minyak mentah, gas minyak bumi dan besi atau baja ringan, sedangkan pengiriman utama Indonesia ke UEA adalah minyak sawit, logam mulia dan perhiasan, menurut platform data perdagangan Observatory of Economic Complexity.

Total ekspor UEA ke Indonesia tahun lalu adalah $1,9 miliar, sementara impor dari UEA mencapai $2,1 miliar, kata Kementerian Perdagangan Indonesia.

Dalam empat bulan pertama tahun 2022, total perdagangan antara kedua negara tumbuh 15% tahun-ke-tahun menjadi $1,5 miliar, dengan ekspor dari Indonesia sebesar $714 juta dan impor sebesar $831 juta, katanya.

Indonesia berharap kesepakatan perdagangan akan menarik lebih banyak investasi dari UEA, kata kementerian itu.

Pada tahun 2021, total investasi UEA di Indonesia akan berjumlah US$16,1 juta (cek ulang – hanya dalam jutaan? – ya), katanya, seraya menambahkan bahwa ada potensi lebih banyak perdagangan dan investasi di bawah FTA yang sangat besar.

Kementerian Ekonomi UEA memproyeksikan bahwa pakta perdagangan dengan Indonesia akan meningkatkan nilai perdagangan jasa antara kedua negara menjadi US$630 juta pada tahun 2030 dan menciptakan 50.000 pekerjaan tenaga kerja terampil di UEA selama periode yang sama.

READ  Indonesian Community Connect menghadirkan visi Indonesia Kecil

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Emirat Arab ditandatangani saat kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Abu Dhabi.

Teks lengkap dari kesepakatan perdagangan belum dirilis dan pakta tersebut belum diratifikasi oleh kedua negara.

Fokus artikel oleh Nurluqman Suratman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.