Satelit Satria dimaksudkan untuk mempromosikan pengembangan pusat bisnis baru

Satelit ini diharapkan dapat mendorong pemerataan akses internet ke seluruh Indonesia, yang dapat mendorong perkembangan berbagai pusat ekonomi di tanah air.

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian (Sesmenko) Susiwjijono Moegiarson yakin satelit multifungsi nasional pertama, satelit Republik Indonesia (Satria), akan mendorong pengembangan pusat-pusat ekonomi baru di seluruh Indonesia.

“Satelit ini diharapkan dapat mendorong akses internet yang berkeadilan bagi seluruh Indonesia, yang dapat mendorong perkembangan berbagai pusat ekonomi di tanah air,” kata Moegiarson dalam acara online di Jakarta, Rabu.

Sekda mencatat, di tengah pandemi COVID-19, infrastruktur digital menjadi semakin penting untuk menopang berbagai aktivitas sehari-hari.

Moegiarson mencatat, proyek Satria sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemetaan konektivitas di seluruh Indonesia, khususnya di daerah terpencil.

“Proses strategis yang melibatkan Satria ini bertujuan untuk menghubungkan semua layanan publik seperti layanan pendidikan, fasilitas kesehatan, administrasi dan keamanan di wilayah Indonesia melalui internet,” ujarnya.

Sekda mencatat, Satria dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dengan meningkatkan jaringan telekomunikasi, konektivitas online pusat transaksi usaha kecil dan menengah, dan berbagai proses e-office.

Moegiarson sangat meyakini bahwa semua kementerian dan lembaga terkait harus memperkuat koordinasi dan integrasi, terutama ketika menangani berbagai masalah teknis dan operasional.

“Dengan demikian semuanya dapat disatukan dan pengoperasian satelit Satria dapat didukung sepenuhnya,” kata Moegiarson.

Proyek satelit Satria dimulai pada 2017 dan perjanjian kerja sama ditandatangani pada Mei 2019.

Satelit tersebut akan diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2023 dan siap digunakan secara komersial pada 17 November 2023.

Berita serupa: Membuka potensi ekonomi digital Indonesia
Berita terkait: Pengembangan rudal pengorbit satelit dengan dampak ekonomi:

READ  Asian Development Bank menaikkan target pendanaan iklim menjadi US$100 miliar untuk 2019-2030

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *