Prancis dan Indonesia adalah mitra dalam studi tentang transisi rendah karbon

TEMPO.CO, jakarta – Bapak Jean-Pierre Marcelli, Direktur Regional AFD untuk Asia Tenggara, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (CMMAI) dan Badan Pembangunan Prancis (AFD), dan Deputi Menteri Koordinator Bidang Kehutanan dan Pengelolaan Lingkungan, Ibu Nani Hendiarti, ditandatangani pada Jumat 9 September 2022 bermitra untuk melakukan studi transisi rendah karbon untuk Indonesia.

“Dengan mendukung politisi dan regulator Indonesia untuk secara proaktif mengintegrasikan risiko perubahan iklim ke dalam pembuatan kebijakan, proyek ini akan secara langsung berkontribusi untuk mengurangi biaya pencapaian target net-zero Indonesia,” kata Macerlli, seperti siaran pers CMMAI yang dikutip pada Senin, September. 19, 2022.

Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis risiko dan peluang yang terkait dengan transisi Indonesia ke ekonomi rendah karbon dan untuk mengembangkan metodologi dan skenario untuk risiko terkait transisi di berbagai sektor utama ekonomi Indonesia. Ini juga berfungsi untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mengembangkan strategi dan sarana untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko keuangan terkait iklim.

“Kami mengantisipasi bahwa hasil studi ini akan bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan dan akan membantu Indonesia mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060. Kita perlu mempercepat implementasi MoU agar bisa diakui di G20 Presidency dan di COP 27,” kata Nani, seperti dikutip dari siaran pers.

Kemitraan ini mencerminkan komitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam perjalanannya menuju pembangunan rendah karbon. Ini juga bertujuan untuk melampaui pendanaan dan memperkuat kolaborasi antara CMMAI, AFD dan organisasi pelaksana yang mendukung proyek.

Fraksi Agence Francaise de Development (AFD) menerapkan kebijakan Prancis untuk pembangunan dan solidaritas internasional. Melalui pendanaannya dari sektor publik dan swasta, masyarakat sipil, penelitian dan publikasi, AFD mendukung dan mempercepat transisi ke dunia yang lebih adil dan lebih tangguh. Ini juga menawarkan pelatihan dalam pembangunan berkelanjutan (di kampus AFD) dan kegiatan peningkatan kesadaran lainnya di Prancis.

READ  China mengatakan G20 bukan "tempat yang tepat" untuk membahas masalah politik dan keamanan "seperti Ukraina".

MAHINDA ARKYASA

klik disini untuk mendapatkan berita Tempo terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.