Pramugari korban PHK yang menjual Elpiji untuk menyambung hidup mereka, mengaku viral di media sosial

MANILA, KOMPAS.com – Mantan Pramugari, pramugara asal Filipina, Maurice Maureen Avila, minggir untuk menjadi wiraniaga LPG karena dipecat.

Avila mengatakan dalam sebuah posting di jejaring sosial (medsos) bahwa dia adalah salah satu karyawan yang PHK Perusahaan penerbangan penerbangan tempat dia bekerja.

Dia dipecat pada 16 Oktober karena pandemi virus corona bisnis penerbangan yang benar-benar melumpuhkan.

Baca juga: Di Filipina, remaja 13 tahun dipaksa menikah dengan pria berusia 48 tahun

Awalnya dia merasa sangat sedih karena dia telah bekerja selama tiga tahun, tetapi dia baru saja dipecat.

“Setiap malam aku bertanya kepada Tuhan, mengapa kamu mengambil mimpiku? Saya bekerja keras untuk ini, ”kata Avila seperti dituturkan. Buletin Manila.

Avila mengatakan dia sangat terpukul selama dua minggu sejak pemecatannya. Dia menolak makan dan menangis setiap malam.

Baca juga: Merayakan ulang tahunnya di tengah penguncian, kepala polisi Filipina membebaskan Duterte

Namun, pada akhirnya, dia mencoba untuk berdiri dan belajar menerimanya, dan kemudian harus memeras otak untuk bertahan hidup.

Hingga suatu hari dia dan pacarnya memutuskan untuk menjual elpiji.

Setelah menjalani pekerjaan barunya sebagai pramuniaga LPG, Avila menemukan kembali semangat hidupnya.

Baca juga: Banjir besar akibat Topan Vamco di Filipina, 13 orang tewas, 15 hilang

“Tidak ada salahnya kehilangan pekerjaan. Kepada mereka yang juga kehilangan pekerjaan karena pandemi jangan putus asa, ”lanjut Avila.

Kini Avila merasa lega dan percaya pada takdir Tuhan.

“Saya menyadari dalam satu setengah bulan (menganggur) bahwa apapun yang kita inginkan dalam hidup, jika itu bukan rencana Tuhan, Dia akan mengambilnya dari Anda,” kata Avila.

Baca juga: Wartawan Filipina ditembak mati setelah berpura-pura mati dalam pemotretan sebelumnya

READ  Tanpa diduga, China mengoperasikan lebih dari 380 pusat penahanan di Xinjiang Page

“Kecerdasan dan pengorbanan akan memberi makan Anda dan keluarga, bukan pendapat orang lain,” tambah Avila.

Avila juga mengajak rekan-rekan magang yang selalu berharap bisa kembali bekerja agar tidak pernah menyerah.

“Ayo ketemu lagi. Ayo bermimpi bersama, terbang bersama lagi. Selalu ada harapan dan selalu ingat bahwa ada cahaya di ujung terowongan,” pungkas Avila.

Baca juga: [Cerita Dunia] Topan Haiyan meratakan pantai Filipina dengan kecepatan 315 km / jam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *