Perluasan mandat bank sentral Indonesia tidak akan mempengaruhi kerangka inflasi

© Reuters. FOTO FILE: Logo bank sentral Indonesia Bank Indonesia terlihat di jendela lobi bank di Jakarta, Indonesia 22 September 2016.REUTERS/Iqro Rinaldi

JAKARTA (Reuters) – Gubernur bank sentral Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pada hari Kamis pengesahan undang-undang tahun lalu yang memperluas mandat Bank Indonesia (BI) tidak akan memengaruhi kerangka kerja anti-inflasinya.

DPR mengesahkan undang-undang pada bulan Desember yang memperluas wewenang BI untuk menjaga stabilitas sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, selain tujuan yang ada untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah, termasuk mengendalikan inflasi.

Ada kekhawatiran bahwa undang-undang baru dapat mempengaruhi otonomi BI, meskipun pejabat pemerintah telah berulang kali berjanji bahwa bank sentral akan tetap independen.

“Kami telah melakukan ini sepanjang waktu. Sekarang kami bersyukur undang-undang baru mengakui hal ini secara legal,” kata Warjiyo mengutip upaya menjaga stabilitas keuangan dan sistem pembayaran melalui kebijakan makroprudensial dan pembayaran digital.

“Kami masih bekerja pada kerangka target inflasi,” katanya.

Warjiyo membahas mandat BI yang lebih luas di forum investasi tahunan bank tersebut, beberapa di antaranya yang pertama di depan umum.

Pengambilan keputusan BI dalam bauran kebijakan akan tetap mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk pertumbuhan ekonomi yang telah dilakukan bank sentral sejak 2010, tambah Warjiyo.

Sebelum mengesahkan undang-undang tersebut, BI biasanya menetapkan kisaran target inflasi setiap tahun dan memilih berbagai langkah untuk mencapai target tersebut dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

BI telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 225 basis poin sejak Agustus dalam upaya menahan inflasi di atas kisaran sasarannya.

Warjiyo menegaskan kembali bahwa kecuali keadaan yang tidak terduga, kenaikan suku bunga cukup untuk mendorong inflasi kembali ke kisaran target 2%-4% pada paruh kedua tahun 2023. Tingkat inflasi pada bulan Desember adalah 5,51%.

READ  Indonesia menekankan kemitraan internasional dalam mendukung ekonomi biru

Prospek pertumbuhan PDB 2023 BI adalah median 4,5% hingga 5,3%, turun dari perkiraan pertumbuhan 2022 sebesar 5,1% hingga 5,2%, katanya, sejalan dengan prakiraan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.