Paus Fransiskus mengunjungi dan mencium tangan mantan Paus Benediktus XVI

KOTA VATIKAN, KOMPAS.comPaus Francis akan mencium tangan mantan Paus Benediktus saat mengunjunginya setelah melantik 13 kardinal baru di Vatikan.

Paus Fransiskus dan 13 kardinal yang baru dilantik menyempatkan diri mengunjungi mantan Paus yang kini tinggal di biara pada Sabtu (28/11/2020).

Vatikan menjelaskan, Paus Benediktus XVI Anak berusia 93 tahun itu sangat senang berada di sana dan memberikan berkah.

Baca juga: Pada 93 tahun dan hampir 5 bulan, Paus Benediktus XVI adalah paus tertua dalam sejarah

Kunjungan itu dilakukan setelah upacara pelantikan, Paus Fransiskus memperingatkan para kardinal baru agar tidak menyalahgunakan posisi mereka.

Kepada para pangeran baru Gereja, Paus meminta mereka untuk tidak memprioritaskan kepentingan pribadi atau korupsi melalui gelar mereka.

Dilaporkan Surat harian Pada Senin (30/11/2020), upacara peletakan batu pertama menggunakan protokol kesehatan terkait wabah virus corona saat ini.

Dari 13 kardinal baru, dua di antaranya dari Brunei dan Filipina berhalangan hadir karena larangan bepergian.

Untuk itu, mereka disajikan melalui layar besar di Basilika Santo Petrus, di mana penonton menjaga jarak dan memakai topeng.

Sebagian besar pangeran Gereja melepas topeng mereka ketika mereka mendekati Paus Francis, yang juga tidak memakai topeng, untuk menerima topi merah.

Hanya kardinal Wilton Gregory, orang pertama yang datang dari kelompok Afrika-Amerika, selalu memakai pelindung mulut saat mendekat.

Upacara, yang dikenal sebagai konsistori, telah menjadi agenda ketujuh Paus sejak menjabat pada 2013.

Selain itu, pengukuhan juga memperlihatkan bagaimana Paus Fransiskus memilih para kardinal dari kelompok khusus atau daerah yang belum pernah memilikinya.

Salah satunya adalah mantan Uskup Agung Chiapas, Meksiko, Kardinal Felipe Arizmendi Esquivel, yang berasal dari suku asli “Negeri Sombrero”.

READ  Turki mengecam upaya Parlemen Eropa untuk menjatuhkan sanksi ke Siprus

Kardinal Esquivel menyoroti upayanya untuk menerjemahkan baik Alkitab maupun teks liturgi dari bahasa Latin ke dalam bahasa asing suku tersebut.

Baca juga: Paus Benediktus XVI dikabarkan sakit parah, Vatican Voices

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *