Menteri Luar Negeri Saudi mengadakan pembicaraan di Jakarta dan menjanjikan Indonesia sebuah “tempat khusus”.

Menteri Luar Negeri Saudi mengadakan pembicaraan di Jakarta dan menjanjikan Indonesia sebuah “tempat khusus”.

JAKARTA — Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan mengadakan pembicaraan penting dengan para pejabat termasuk presiden dan rekannya di sini Selasa sebagai bagian dari kunjungan resminya ke Indonesia.

Presiden Indonesia Joko Widodo menerima Pangeran Faisal di Istana Kepresidenan.

Pangeran Faisal menyampaikan salam dari Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman, dan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman, serta harapan mereka untuk kemajuan dan kemakmuran lebih lanjut bagi pemerintah dan rakyat Indonesia.

Presiden Widodo juga menyampaikan salam dan apresiasi kepada Penjaga Dua Masjid Suci dan Putra Mahkota.

Dalam resepsi tersebut, dibahas pula hubungan bilateral kedua negara, serta upaya peningkatan kerja sama antara Kerajaan dan Indonesia di berbagai bidang.

Menteri Saudi juga bertemu dengan Menlu RI Retno Marsudi. Mereka mengadakan putaran pembicaraan resmi.

Dalam pertemuan resmi, mereka menekankan hubungan yang mengakar antara Arab Saudi dan Indonesia serta aspirasi kedua negara untuk meningkatkan dan mengembangkannya di berbagai bidang guna mewujudkan kepentingan bersama kedua bangsa yang bersaudara itu.

Pangeran Faisal menyampaikan apresiasinya atas dukungan Indonesia kepada Arab Saudi menjadi tuan rumah Expo 2030 dan menyampaikan keinginan Arab Saudi agar Indonesia berhasil menjadi tuan rumah KTT G20.

Marsudi memuji keputusan Saudi mencabut larangan bepergian bagi warganya ke Indonesia.

Kedua menteri mengungkapkan keprihatinan bersama tentang isu-isu global yang muncul dari krisis yang sedang berlangsung di Ukraina, yaitu kekurangan pangan untuk berbagai negara.

Pangeran Faisal memberikan pujian yang kuat kepada Indonesia atas kepemimpinan dan kepresidenannya di G20 di masa-masa yang sangat sulit.

Menteri luar negeri Saudi, berbicara pada konferensi pers di ibukota Indonesia, mengatakan kedua negara bekerja sama untuk mengatur agenda global dengan cara yang mendukung kepentingan negara-negara berkembang.

READ  Individu yang sekarang diizinkan untuk memulai bisnis

Dia berkata: “Kami selaras dalam urusan internasional dan bekerja erat pada isu-isu yang berkaitan dengan krisis Ukraina dan ketahanan pangan. Kami prihatin bahwa dampak ketahanan pangan dapat mempengaruhi tidak hanya dua negara kami tetapi juga banyak negara berkembang, dan kami memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini.”

“Saya meyakinkan dia – Presiden Widodo – tentang komitmen persaudaraan Kerajaan yang sangat kuat dan bertahan lama untuk hubungannya dengan Indonesia. Indonesia memiliki tempat khusus bagi Saudi sebagai negara Muslim dan sebagai mitra yang kuat,” kata Pangeran Faisal.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri menggarisbawahi keinginan mereka untuk memperkuat hubungan bilateral di antara mereka.

© Hak Cipta 2022 The Saudi Gazette. Seluruh hak cipta. Didukung oleh SyndiGate Media Inc. (Syndigate.info).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *