Menteri Keuangan Indonesia mengusulkan defisit 4,51 hingga 4,85 persen, pajak baru untuk 2022

JAKARTA: Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengusulkan kepada parlemen pada hari Kamis defisit anggaran 4,51 hingga 4,85 persen dari produk domestik bruto untuk tahun 2022, serta potensi pajak baru untuk meningkatkan pendapatan seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi.

Usulan tersebut didasarkan pada asumsi nilai tukar rupiah rata-rata 13.900 hingga 15.000 per dolar dan patokan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun berada pada kisaran 6,32 hingga 7,72 persen.

Produksi minyak negara pada 2022 diproyeksikan 686.000 hingga 726.000 barel per hari, sedangkan produksi gas 1,031 juta hingga 1,103 juta barel setara minyak per hari, katanya. Indonesia menargetkan pertumbuhan PDB 5,2 hingga 5,8 persen pada 2022, dengan tingkat inflasi antara 2 hingga 4 persen.

(Pelaporan oleh Tabita Diela; Editing oleh Ed Davies)

READ  Mobil matic, jangan malas membalik persneling, sesuaikan dengan kondisi jalan raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *