Menjelang akhir tahun, inilah daftar saham yang dipilih oleh Mirae Asset Sekuritas

ILUSTRASI. Investor memantau perdagangan saham melalui perangkatnya di Jakarta, Jumat (13 November 2020). ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay / wsj.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks harga saham komposit (IHSG) harus muncul bulan Desember ini. Hariyanto Wijaya, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan IHSG mengalami kenaikan bulanan di Desember setiap tahun sejak 2001, dengan rata-rata kenaikan bulanan 4,43%.

Hariyanto memperkirakan IHSG akan terus menguat di Desember. “Target IHSG kita akhir tahun 2020 adalah 5.900,” tulis Hariyanto dalam studinya, Senin (7/12).

Selama pasar dalam fase kasarSektor keuangan, real estat, dan sebagian besar sektor terkait komoditas turun drastis. Di sisi lain, sejalan dengan defensifnya, sektor kebutuhan pokok konsumen mengalami penurunan paling kecil, sedangkan sektor pertanian, pertambangan dan keuangan paling banyak mengalami tekanan dari pasar.

Baca juga: Vaksin korona datang, saham Indofarma (INAF) dan Kimia Farma (KAEF) melonjak

Hariyanto juga mengatakan, sektor perbankan merupakan sektor yang paling tidak disukai investor asing di awal-awal pandemi. Namun, ketika pasar dalam fase pemulihan, sektor keuangan dan bahan baku pulih lebih cepat, sementara sektor konsumer dan infrastruktur menjadi kurang agresif.

Menariknya, sektor real estate tampaknya telah menguat secara agresif sejak November, meski hanya memiliki sedikit katalisator. Mirae Asset menilai ini dalam konteks kinerja sejauh tahun ini (YTD), yang mengalami penurunan terbesar dan peringkatnya sangat tertekan.

Mirae Asset meningkatkan eksposurnya pada saham bank seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Saham Komoditi khususnya pertambangan batubara dan emas yaitu PT United Tractors Tbk (Untrim) dan pakan ternak yaitu PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).

READ  Harga emas hari ini pada Kamis (11 Desember) dipengaruhi oleh dolar AS

Mirae Asset menambahkan saham BBNI, JPFA dan UNTR ke daftar teratas (pilihan terbaik) untuk mengganti saham di PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Baca juga: Wow! IHSG menguat 1,67% menjadi 5.907 di akhir sesi pertama pada Senin (7/12)

UNTR dinilai menarik karena Hariyanto menilai pasar belum sepenuhnya memperhitungkan dampak positif realisasi harga emas yang lebih tinggi terhadap pendapatan UNTR di tahun 2021.

Dia mengatakan UNTR harus menikmati realisasi harga emas yang jauh lebih tinggi pada 2021. Ini karena lindung nilai (validasi) Harga emas 70% dari volume penjualan emas UNTR berakhir pada Februari 2021.

DONASI, dapatkan voucher gratis!

Dukungan Anda meningkatkan antusiasme kami untuk menyajikan artikel berkualitas tinggi dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian Anda, terdapat voucher gratis senilai donasi yang dapat Anda beli TOKO SELAMAT.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *