Why Kerala govt dismisses coronavirus community spread despite warning and assurance from IMA

Mengapa pemerintah Kerala menolak komunitas coronavirus menyebar meskipun ada peringatan dan jaminan dari IMA

Pinarayi Vijayan (YouTube) Representational Image (Pixabay)

Dengan lebih dari 673.904 kasus positif dan hampir 20.000 kematian, pandemi coronavirus yang baru ini terus menimbulkan kekacauan di semua sudut India. Kerala, negara bagian selatan India yang awalnya meratakan kurva coronavirus secara efektif, juga tampaknya gagal mengandung pandemi, dan sesuai dengan statistik terbaru, ada 2.256 kasus aktif di negara bagian itu.

Komunitas Coronavirus menyebar di Kerala?

Beberapa jam yang lalu, pejabat Asosiasi Medis India (IMA) mengungkapkan bahwa penyebaran komunitas coronavirus telah terjadi di Kerala. Menurut IMA, jumlah pasien yang sumber kontaknya yang terinfeksi tidak dapat dilacak semakin meningkat setiap hari, dan ini jelas menunjukkan bahwa komunitas tersebut menyebar di negara bagian tersebut.

Perlu dicatat bahwa pada hari Sabtu saja, ada 240 kasus virus corona positif di Kerala, dan dari jumlah ini, 17 orang tertular virus melalui penularan dari orang ke orang. Saat ketakutan mulai muncul, pemerintah Kerala berulang kali memastikan bahwa penyebaran komunitas belum terjadi di negara bagian itu. Namun, skeptis percaya bahwa pihak berwenang terlibat dalam penyembunyian yang disengaja, karena penyebaran masyarakat akan merusak citra pemerintah LDF di depan masyarakat umum.

Beberapa jam yang lalu, menteri Kadakampally Surendran mengakui bahwa situasi di negara ini sangat serius, dan orang-orang harus ekstra waspada untuk melindungi diri mereka dari virus. Meskipun mengakui kekacauan yang terjadi di negara bagian, Surendran mengungkapkan bahwa tidak ada komunitas COVID-19 yang tersebar di negara bagian.

Modal dalam siaga tinggi

Sementara itu, Thiruvananthapuram, ibu kota Kerala menjadi sangat waspada setelah seorang pengantar makanan Zomato, seorang perwakilan medis, dan seorang perwira polisi sipil senior dites positif terkena virus corona dalam beberapa hari berturut-turut. Yang mengejutkan, perwakilan medis yang dites positif COVID-19 telah mengunjungi beberapa rumah sakit di Kazhakkoottam, dan dia berhubungan dengan banyak profesional kesehatan dan dokter.

Berbicara tentang kondisi di Thiruvananthapuram, Surendran mengungkapkan bahwa ibu kota negara bagian saat ini berada di puncak gunung berapi berbahaya yang dapat meletus kapan saja. Dia juga mendesak orang-orang untuk mempertahankan langkah-langkah menjaga jarak sosial yang aman untuk memerangi kemungkinan penyebaran komunitas yang dapat terjadi kapan saja.

READ  Kampanye politik online 'menjadi lebih transparan'

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *