Mengapa kita harus bekerja untuk lebih banyak koneksi dengan Indonesia

Pertahanan CS Monica Juma dengan Menlu RI Retno Marsudi pada pertemuan bilateral di sela-sela Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 di Nusa Dua tahun 2019.[Courtesy]

Negara-negara berkembang memiliki karakteristik yang sama. Di antara tantangan lain, mereka menghadapi pendapatan riil per kapita yang rendah, tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, tingkat pengangguran yang tinggi, ketergantungan pada sektor primer ekonomi, dan ekspor bahan baku primer.

Di tengah masalah ini, banyak yang berjuang untuk memindahkan masyarakatnya dari kemiskinan ke gaya hidup yang layak. Bahkan, banyak negara di Selatan terlibat dalam dialog dan pertukaran ide. Salah satunya Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan, dengan luas 1.904.569 kilometer persegi, negara terluas ke-14 berdasarkan luas daratan. Ibukota Jakarta adalah daerah perkotaan terpadat di dunia. Tetapi dengan 270 juta orang dan wilayah padat penduduk, Indonesia memiliki kawasan hutan belantara yang luas yang mendukung salah satu jenis keanekaragaman hayati tertinggi.

17 Agustus menandai Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76, yang merupakan hari yang sama sejak 1945. Tahun itu menandai kekalahan Jepang, bekas penjajah Indonesia, oleh Amerika Serikat.

Dalam solidaritas dengan saudara-saudara mereka di Indonesia, warga Kenya akan ambil bagian dalam perayaan tahun ini. Pada tahun 1979 para mitra menjalin hubungan bilateral. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1982, Indonesia membuka kedutaan besarnya di Nairobi. Namun, Indonesia berharap Kenya membuka kedutaan di Jakarta karena masih dilayani oleh kedutaan Kenya di Kuala Lumpur.

Kedutaan Besar Kenya di Jakarta akan menempatkan Kenya pada posisi strategis karena merupakan ibu kota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Nilai ekspor Indonesia ke Kenya naik dari sekitar $2,6 miliar menjadi sekitar $3,8 miliar antara 2019 dan 2020, sedangkan nilai ekspor Kenya ke Indonesia naik dari $25,2 juta pada periode yang sama naik menjadi $26,7 juta.

READ  Asing memburu saham tersebut saat IHSG direvisi pada Kamis (10/12).

Barang ekspor terpenting ke Kenya termasuk minyak sawit, kertas, kaca apung, dan kaca potong atau poles. Kenya mengekspor teh, kopi, dan kulit sapi mentah. Secara signifikan, Indonesia saat ini merupakan pemasok minyak sawit mentah terbesar ke Kenya.

Di sektor pendidikan, warga Kenya harus memanfaatkan peluang beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah dan universitas Indonesia. Salah satunya adalah beasiswa Darmasiswa, yang ditawarkan kepada semua negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Beasiswa KNB adalah program bergengsi untuk pelamar terpilih. Tahun ini kedutaan mengeluarkan 14 surat rekomendasi untuk warga Kenya.

Pada tanggal 2 Juli, Dubes RI Dr. Hery Saripudin melakukan kunjungan empat hari ke Kabupaten Lamu untuk menjajaki cara kerja sama dengan Pelabuhan Lamu yang baru dibuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *