Mata Indonesia sedang mempersempit kontraksi PDB yang dipicu bencana

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggarisbawahi tujuan pemerintah menurunkan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) akibat bencana alam hingga 0,10 persen pada 2021.

Sasaran tersebut merupakan indikator peningkatan ketahanan bencana dan iklim sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2020-2024.

Karenanya, Pandjaitan mengimbau seluruh wilayah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, termasuk gempa bumi dan tsunami.

“Saya mengimbau kepada para gubernur, bupati, dan walikota, serta bawahannya untuk memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan ini. Ini penting,” kata Menkeu saat menyapa peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Rakornas PB) 2021 di Jakarta, Selasa. Kamis.

Pemerintah juga berupaya mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memberikan informasi peringatan dini kepada publik dari lima menit pada 2019 menjadi tiga menit pada 2024.

Menteri mendesak pemerintah daerah untuk mengatur risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi untuk membantu mencapai tujuan yang ditetapkan dalam RPJMN negara untuk periode 2020-2024.

Berita terkait: Kemerosotan ekonomi moderat Indonesia: Menteri Keuangan

Pandjaitan mengingatkan agar pemerintah daerah tidak meremehkan bencana dan kesadaran iklim. Ia juga mengingatkan, tanpa persiapan dan pengetahuan tentang potensi bencana, pembangunan infrastruktur tidak akan efektif.

Menteri mendesak pemerintah daerah untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dan mengelola bencana alam secara terintegrasi.

Menurut Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBN), BNPB mencatat ada 3.253 bencana di Indonesia antara Februari 2020 hingga Februari 2021, di antaranya gempa bumi, tsunami, gunung meletus, kebakaran hutan, dan banjir. Tanah longsor dan angin topan. “Menteri Keuangan pernah mengatakan bahwa setiap tahun kita menderita kerugian ekonomi akibat bencana rata-rata 22,8 triliun rupee setahun. Itu sangat besar. Belum lagi statistik korban jiwa akibat bencana selama 10 tahun terakhir (kita akan temukan) rata-rata 1.183 orang. meninggal akibat bencana alam, ”kata Monardo.

READ  Dihujat Gara-gara BLACKPINK, Fans Minta Jeon So Min Matikan Kolom Komentar IG: Selebriti Okezone

Bank Dunia menempatkan Indonesia di antara 35 negara yang terpapar risiko bencana tertinggi di dunia.

Berita terkait: APEC melihat penurunan yang lebih lemah pada tahun 2020 dan pemulihan yang tidak merata pada 2021-2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *