Jangan mengandalkan APBN selamanya: Wakil Menteri

Jakarta (ANTARA) – Perekonomian nasional tidak bisa selamanya mengandalkan anggaran nasional dan daerah, demikian peringatan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

“Setelah pandemi COVID-19, konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor neto diperkirakan akan kembali meningkat. APBN yang dulunya menjadi bantalan perekonomian, kemudian bisa fokus mengurangi defisit secara bertahap,” imbuhnya.

“Sederhananya, kami mengurangi defisit. Tahun lalu defisit kita 6,1 persen dari produk domestik bruto (PDB). Tahun ini 5,7 persen, dan kami masih berbicara dengan DPR tentang jumlah untuk tahun depan. Mudah-mudahan hanya bisa 4,8 persen,” kata Nazara, Kamis di Jakarta.

Defisit anggaran kesehatan nasional diperkirakan berada di bawah 3 persen dari PDB. Saat ini, pemerintah berusaha mencari cara untuk meningkatkan penerimaan pajak tanpa membebani masyarakat.

Saat ini, pajak tidak hanya digunakan sebagai sumber pendapatan negara, tetapi juga untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui distribusi berbagai insentif perpajakan.

Berita Serupa: Presiden RI Desak Perbanyak Barang Ekspor

“Pemikiran kami saat ini adalah bahwa pajak adalah kunci untuk mengelola ekonomi. DJP (Direktorat Jenderal Pajak) tidak takut lagi menanyakan cabang ekonomi mana yang masih membutuhkan insentif pajak,” tegas Nazara.

Dengan mencapai target defisit di bawah 3 persen pada tahun 2023, pemerintah juga dapat mendistribusikan belanja negara secara efisien tanpa mengurangi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Mengatur ini sebagai bagian dari pengelolaan keuangan jangka menengah kami sangat penting,” tambahnya.

Perekonomian yang menderita secara signifikan sejak pandemi dimulai tahun lalu, memaksa pemerintah untuk melakukan berbagai tindakan pembatasan yang menghambat pertumbuhan sosial ekonomi, serta mengalokasikan sebagian besar anggaran negara untuk mendukung mereka yang terkena dampak COVID-19.

Baca juga: Kemenperin Dorong Tinggikan Ekspor Perikanan ke Timur Tengah

READ  Sabah dan Sarawak memainkan peran penting dalam revitalisasi kawasan pertumbuhan Asia Timur Brunei-Indonesia-Malaysia-Filipina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *