Indonesia sedang mempertimbangkan PPP untuk kereta api berkecepatan tinggi Bandung – Surabaya

Proyek jangka panjang untuk dijajaki dengan mitra pendanaan potensial.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan kemitraan publik-swasta (KPS) untuk mendanai pembangunan proyek berkecepatan tinggi berikutnya, jalur Bandung-Surabaya.

“Di tengah keterbatasan anggaran negara, kita harus mencari alternatif melalui pembiayaan yang kreatif,” kata Sumadi. “Seharusnya tidak mengganggu anggaran negara yang diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendasar.”

Baik BUMN maupun swasta dari Indonesia atau negara lain bisa terlibat dalam KPBU, tambahnya.

Perpanjangan dari Jalur kereta cepat Jakarta – Bandung menuju Surabaya akan melewati Kertajati, Purwokerto, Yogyakarta, Solo dan Madiun.

“Kami juga ada rencana KA ekspres ini akan terkoneksi dengan beberapa hub transportasi, seperti Bandara Kertajati,” kata Sumadi.

Jalur baru berkecepatan tinggi ini diharapkan tidak hanya memangkas waktu tempuh Jakarta-Surabaya menjadi hanya di bawah empat jam, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di beberapa lokasi di sepanjang jalur tersebut.

Selain proyek berkecepatan tinggi dan jalur “semi-cepat” dari Surabaya ke utara, pemerintah Indonesia juga berencana membangun jalur metro dan kereta ringan di kota-kota seperti Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Semarang, dan Bali.

Pemerintah berencana melakukan kajian yang melibatkan lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB) dan Japan International Cooperation Agency (Jica), serta konsultan luar.

“Selain membahas rencana jangka panjang pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya, saat ini kami sedang fokus menyelesaikan pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2023,” kata Sumadi.

Untuk data terperinci tentang proyek berkecepatan tinggi di seluruh dunia, kunjungi Berlangganan IRJ Pro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.