Indonesia menerima vaksin AstraZeneca batch ketiga sebagai bagian dari fasilitas COVAX

TEMPO.CO, Jakarta – – Indonesia menerima batch ketiga dari vaksin COVID-19 siap pakai yang dikembangkan oleh AstraZenecasebagai bagian dari program multilateral fasilitas COVAX pada hari Sabtu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang.

“Hari ini kita harus bersyukur Indonesia dapat kembali menerima vaksin angkatan ketiga sebagai bagian dari program multilateral fasilitas COVAX,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam jumpa pers online di Jakarta, Sabtu.

Marsudi membenarkan kedatangan 1.3389.600 dosis vaksin siap pakai pada Sabtu.

Hingga Kamis (6 Mei), sudah ada 55.300 dosis vaksin AstraZeneca di sini.

“Secara total, skema pengaturan COVAX mencapai total 1.444.900 dosis vaksin siap pakai tahap ketiga AstraZeneca minggu ini,” katanya.

Menteri mengatakan 6.410.500 dosis vaksin siap pakai AstraZeneca telah tiba di Indonesia sebagai bagian dari program multilateral.

Secara total, hingga saat ini Indonesia telah menerima 75.910.500 dosis vaksin.

Dari total dosis vaksin, 68.500.000 berasal dari Sinovac, 6.410.500 dari AstraZeneca melalui fasilitas COVAX, dan satu juta dari Sinopharm.

Marsudi menegaskan, Indonesia merasakan fakta bahwa bukan tugas yang mudah untuk menegakkan komitmen memberikan akses vaksinasi kepada semua negara.

Menurut Menkeu, fasilitas COVAX yang didukung oleh GAVI, WHO dan CEPI serta diimplementasikan bekerja sama dengan UNICEF telah melakukan upaya yang tak tergoyahkan untuk menyediakan vaksin yang setara bagi semua negara.

“Saya memuji usaha itu. Sejak awal pandemi, Indonesia secara konsisten menganjurkan akses yang setara terhadap vaksin untuk semua. Indonesia juga mendukung pembatalan paten COVID-19 guna meningkatkan kapasitas produktivitas vaksin di seluruh dunia, ”tegasnya.

Pada 17 Mei 2021, Menlu RI bersama Menkes Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada akan memimpin rapat COVAX Grup Keterlibatan AMC.

Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk membahas situasi terkini terkait dengan upaya untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin untuk semua negara.

Baca baca: Jakarta menggunakan AstraZeneca untuk program vaksinasi dan memprioritaskan tiga kelompok

DIBAWAH

READ  KPK memperpanjang masa hukuman mantan Menteri Sosial Juliari Batubara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *