Indonesia membangun laboratorium anti doping pertama di Solo, Jawa Tengah

TEMPO.CO, Jakarta – – Pemerintah Indonesia berencana membangun laboratorium anti doping di dekat rumah sakit ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso di kota Solo Jawa Tengah untuk mendukung tindakan anti-dopingdoping Mengatur.

Laboratorium antidoping di Indonesia merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah untuk mematuhi aturan antidoping, kata Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali di Jakarta, Jumat.

Laboratorium seperti itu akan menghilangkan kebutuhan Indonesia untuk mengirimkan sampel urin atletnya ke laboratorium di luar negeri jika mereka ingin mengikuti turnamen olahraga di luar negeri, kata menteri.

“Kami berencana membangun laboratorium. Nampaknya Menteri Kesehatan sudah mengetahui rencana tersebut. Dia telah menunjuk Kota Solo menjadi lokasi laboratorium anti doping di Indonesia,” kata Amali dalam keterangan tertulis yang dirilis, Sabtu.

Rencana tersebut didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan, yang akan mengalokasikan 700 meter persegi tanah di dekat rumah sakit ortopedi untuk pembangunan rumah sakit anti-doping, kata menteri itu.

Amali optimis dengan implementasi rencana tersebut di tahun depan dan menegaskan niatnya untuk segera mengajukan sertifikat dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

“Ini adalah halaman baru dalam sejarah. Kami akan menjadi anti-doping Rumah sakit yang nantinya berguna bagi kita dan negara lain untuk mengirimkan sampel untuk diperiksa di rumah sakit dibawah pengawasan WADA agar hasil doping dapat diakui secara internasional, ”tambahnya.

Baca juga: Badan Anti-Doping Indonesia dihadapkan pada ketidakpastian

DIBAWAH

READ  Chelsea apakah Anda ingin menang? Perkuat dua posisi ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *