Indonesia jangan menyerah jaga kekayaan alam: Presiden

JAKARTA (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat, khususnya kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk tidak menyerah dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.

“Kita tidak boleh mundur dan takut karena kekayaan alam di Indonesia ada, (dan) kita ingin dimanfaatkan oleh rakyat kita,” kata Presiden Jokowi di Jakarta, Selasa, pada peringatan 50 tahun PDIP.

Dalam pidatonya, Jokowi menyoroti deklarasi Presiden Soekarno tahun 1965 untuk menolak ketergantungan pada imperialisme.

“(Kita harus) mengembangkan kerjasama yang setara dan saling menguntungkan yang ditengahi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1965, agar kita tidak didikte dan bergantung pada negara manapun. Itu yang ingin kita lakukan: mandiri, mandiri, mandiri,” tegas Presiden.

Dia mengatakan, pemerintah tidak muncul dari perselisihan atas kebijakan pelarangan ekspor nikel mentah.

“Kita jalan terus, meski dikejar (dan) kalah di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) oleh (sengketa larangan ekspor nikel mentah), kita tetap menghentikan (ekspor) bauksit. Kita juga bisa akhiri (mentah) ekspor tembaga di tengah tahun,” kata Presiden.

Pada KTT ASEAN-Uni Eropa pada 14 Desember 2022, Presiden Jokowi juga menegaskan kembali posisinya tentang kebijakan penghentian ekspor nikel mentah dan pandangannya tentang pengaduan UE terhadap Indonesia di WTO atas larangan ekspor nikel mentah.

“Dalam forum ini saya sampaikan kemitraan harus setara dan tidak boleh ada paksaan, tidak boleh ada negara yang mendikte dan tidak boleh ada negara maju yang merasa standarnya lebih baik dari kita,” kata Presiden.

Pemerintah bertujuan untuk membangun sistem skala besar yang mengintegrasikan sumber daya alam Indonesia seperti nikel, bauksit, tembaga dan timah, yang dapat menghasilkan barang jadi atau setengah jadi yang memberi nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja.

READ  Gempa bermagnitudo 6,9 mengguncang Indonesia bagian barat

Meski Indonesia kalah dalam sengketa WTO terkait larangan ekspor nikel mentah, Jokowi meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tidak mundur.

“Jangan menyerah karena ini akan menjadi lompatan besar peradaban negara kita. Kenapa saya ulangi terus? Karena saya ingin presiden berikutnya melanjutkan ini dan tidak takut untuk kepentingan bangsa dan untuk kepentingan negara. ,” ujar Presiden.

Berita Terkait: Manfaatkan Kekayaan Alam untuk Rakyat: Wakil Juru Bicara MPR
Berita Terkait: Potensi ekspor Indonesia belum habis: Widodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.