Gedung-gedung pemerintah harus menjalani pemeriksaan keamanan setelah diguncang gempa Indonesia, kata Melaka CM

MELAKA: Gempa bumi baru-baru ini di Indonesia telah menuntut penilaian struktural segera terhadap gedung-gedung pemerintah bertingkat di negara bagian itu, Dewan Legislatif Melaka diberitahu pada hari Selasa (1 Maret).

Datuk Seri Sulaiman Md Ali (Lendu-BN) mengatakan langkah untuk memastikan keamanan gedung-gedung pemerintah itu dicapai setelah retakan struktural menimpa gedung Badan Pendapatan Dalam Negeri (LHDN) di Ayer Keroh sini akibat berita gempa berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang provinsi Sumatera Barat. pada Jumat (26 Februari).

Gempa tersebut sejauh ini telah merenggut 11 nyawa sementara 400 lainnya luka-luka. Petugas penyelamat di Indonesia terus mencari korban selamat.

Getarannya terasa hingga ke Singapura dan Malaysia.

Sulaiman yang juga Menteri Utama Melaka mengatakan, akibat gempa tersebut, muncul retakan baru dari lantai satu hingga lantai delapan gedung LHDN, dan dia telah memerintahkan operasi dihentikan sementara hingga dibersihkan oleh otoritas terkait. , khususnya masyarakat, dinyatakan departemen operasi yang aman.

“Saya telah memerintahkan semua gedung pemerintah di negara bagian untuk menjalani pemeriksaan integritas struktural,” katanya.

Secara terpisah, Sulaiman mengatakan dalam pertemuan itu bahwa produk domestik bruto (PDB) sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19.

Dia mengatakan PDB negara bagian turun menjadi -5,9% (RM41,03 miliar) pada 2020 dari 2,9% positif (RM43,61 miliar) pada 2019.

Sulaiman mengatakan situasi ekonomi menyebabkan tingkat pengangguran terdaftar negara sebesar 3,1% pada kuartal pertama tahun 2021.

Namun, dia mengatakan kepada pertemuan itu bahwa tingkat pengangguran di negara bagian itu masih lebih rendah daripada di Putrajaya dan Selangor.

READ  Bulker dan kapal penangkap ikan Indonesia bertabrakan dengan 17 Feared Lost

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.