Garuda Indonesia menyetujui pengembalian awal 9 jet Boeing oleh lessor

Logo Garuda Indonesia tergambar pada Airbus A330 yang diparkir di markas pabrikan pesawat Airbus di Colomiers dekat Toulouse, Prancis, pada 15 November 2019. REUTERS / Regis Duvignau / File Foto

JAKARTA, 2 Agustus (Reuters) – Maskapai Garuda Indonesia (GIAA.JK) akan mengembalikan sembilan pesawat Boeing 737 800NG yang disewa lebih awal sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri proses kebangkrutan, kata Direktur Utama perusahaan Irfan Setiaputra kepada Reuters, Senin.

Garuda dan lessornya, Aercap Ireland Limited, menandatangani perjanjian sisi global pada 28 Juli untuk mengakhiri proses hukum setelah Aercap bangkrut di Mahkamah Agung New South Wales pada Juni, kata Garuda dalam daftar terpisah.

Kesembilan pesawat tersebut adalah jumlah total jet yang disewa oleh Aercap, kata Irfan dalam pesan teks, menambahkan bahwa rincian pengembalian masih didiskusikan dengan lessor.

“Di antaranya, perusahaan telah setuju untuk menerbangkan sembilan pesawat sewaan Boeing B737 800NG ke lokasi yang disetujui dan memindahkannya,” kata pengajuan yang diterbitkan akhir pekan lalu.

Seorang juru bicara Aercap tidak segera tersedia untuk dimintai komentar.

Secara terpisah, Garuda dibawa ke pengadilan Indonesia setelah gagal membayar utang kepada perusahaan kargo udara PT My Indo Airlines. Lanjut membaca

Garuda telah berusaha untuk mengembalikan kelebihan pesawat karena gangguan perjalanan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 untuk meminta penghentian lebih awal, liburan sewa atau skema pembayaran per jam untuk mengurangi ukuran armada dan memotong biaya, kata eksekutif perusahaan itu dalam dengar pendapat parlemen. J9N2JW02B

Pada Juni, Garuda telah mengembalikan 20 pesawat ke perusahaan persewaan dan sedang menegosiasikan pengembalian lebih banyak lagi.

Garuda hanya menerbangkan 41 dari 142 pesawat di armadanya karena rendahnya permintaan perjalanan akibat pandemi.

READ  Operator kapal tanker minyak memprotes penangkapan pendudukan oleh Indonesia

Maskapai juga telah mengumumkan akan mempertahankan tenaga kerja sesuai dengan jumlah pesawat.

Garuda, yang mempekerjakan lebih dari 7.800 orang sebelum pandemi, memangkas 2.300 tenaga kerjanya untuk menawarkan pensiun dini dan pemutusan kontrak.

Laporan oleh Bernadette Christina Munthe Pengeditan oleh Fransiska Nangoy dan Ed Davies

Standar kami: Prinsip Kepercayaan Thomson Reuters.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *