CRRC Luncurkan Kereta Cepat Pertama di Indonesia

Penyelesaian proyek bermasalah sekarang diharapkan pada Juni 2023.

CRRC Qingdao telah berhasil meluncurkan kereta peluru Yawan 350km/jam pertama untuk jalur berkecepatan tinggi 143km Jakarta – Bandung, pertama kalinya perusahaan mengekspor teknologi berkecepatan tinggi.

Kereta delapan gerbong terdiri dari empat gerbong dan empat sespan dan masing-masing memiliki ruang untuk 601 penumpang.

CRRC Qingdao mendapatkan kontrak 2,51 miliar yuan ($ 370 juta) untuk 11 kereta pada April 2017. Namun, proyek Indonesia mengalami kesulitan. Pembengkakan biaya, pembebasan lahan, dan masalah teknis menunda tanggal penyelesaian yang diproyeksikan dari 2019 ketika kontrak ditandatangani pada 2015 dengan konsorsium Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

KCIC terdiri dari empat perusahaan milik negara Indonesia, yang memegang 60% saham, dan China Railway International dan empat perusahaan Cina lainnya, yang memegang 40% sisanya. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menggantikan PT Wika sebagai pemimpin konsorsium Indonesia pada Agustus 2021.

Jalur ini sekarang dijadwalkan akan beroperasi pada Juni 2023, dengan konstruksi diharapkan selesai 80%. Konstruksi trek dimulai pada bulan April. Indonesia juga telah berjanji untuk menyediakan dana pemerintah untuk menutupi peningkatan biaya proyek, yang sekarang berjumlah US$8 miliar, dibandingkan dengan US$6,07 miliar saat proyek dimulai. Menurut PT KAI, pada 3 Agustus, Komisi VI DPR RI menyetujui tambahan suntikan modal sebesar Rp 4,1 triliun ($280 juta) untuk tahun anggaran 2023 guna menyelesaikan proyek tersebut.

Pemerintah Indonesia dan China berjanji bulan lalu untuk mempercepat pembangunan proyek tersebut. Program ini dianggap sebagai proyek unggulan dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China (BRI).

Berlangganan untuk data terperinci tentang proyek kereta api dari seluruh dunia IRJ Pro.

READ  Gunung Merapi di Indonesia mengeluarkan abu, puing-puing saat terjadi letusan baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.