Bulu tangkis: Indonesia berharap bisa mengakhiri penantian panjang gelar Piala Thomas di final melawan China

PETALING JAYA: China dan Indonesia akan memperebutkan gelar yang didambakan pada Minggu (7/1) di final Piala Thomas di Aarhus, Denmark.

Juara bertahan China mencapai final kesebelas mereka setelah mengalahkan Jepang 3-1 di Ceres Arena, Sabtu.

Pasangan awal Wang Yilyu dan Liu Cheng menjadi pahlawan ketika mereka mengalahkan Akira Koga/Taichi Saito 21:11, 22:20 di ganda kedua.

China harus memulai dari ketinggalan untuk menang setelah Shi Yuqi sayangnya menyerahkan poin pertama kepada Kento Momota ketika ia tersingkir pada 20:22, 5:20 setelah cedera pergelangan kaki.

Dia mengalami cedera pergelangan kaki di awal game kedua dan terus berjuang, tetapi rasa sakitnya terlalu besar ketika dia akhirnya menyerah pada kedudukan 5-20.

He Jiting/Zhou Haodong membawa Tiongkok kembali dalam perlombaan dengan mengalahkan Yuta Watanabe/Yugo Kobayashi 21-17, 7-21, 21-16 sebelum pemain muda Li Shifeng terus menunjukkan bahwa dia adalah real deal dengan mengalahkan Kanta Tsuneyama 21 -17, 21 melebihi -lima belas.

Indonesia juga memenangkan semifinal dengan cara yang sama ketika, satu poin di belakang, mereka mengalahkan pemenang 2016 Denmark 3-1.

Juara Olimpiade Victor Axelsen mengalahkan Anthony Ginting dengan 21-9, 21-15, tetapi kegembiraan itu berumur pendek ketika Marcus Fernaldi-Kevin Sanjaya dengan kemenangan 21-13, 10-21, 21-15 atas Kim Astrup-Anders Rasmussen tertangkap ke atas.

Jonatan Christie menang melawan Anders Antonsen dalam 100 menit, pertarungan yang melelahkan dengan 25-23, 15-21, 21-16 untuk membawa Indonesia kembali ke kursi pengemudi.

Seperti yang diharapkan, Fajar Alfian/Muhammad Rian tidak mengecewakan ketika mereka menyalip Mathias Christiansen/Frederik Sogard 21:14, 21:14 dan membawa Indonesia ke final ke-20.

Indonesia belum pernah meraih trofi sejak kemenangan terakhirnya di Guangzhou pada 2002.

READ  Indonesia: Bencana banjir di Kalimantan Barat: Kabupaten Sintang & Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia - Laporan situasi CI No. 2 (5-06 November 2021) [EN/ID] - Indonesia

Ini akan menjadi final keenam antara Indonesia dan Cina di Piala Thomas, dengan Cina memenangkannya tiga kali, termasuk kemenangan terakhir pada edisi 2010 di Kuala Lumpur.

Indonesia dan China adalah negara paling sukses dalam sejarah turnamen dengan masing-masing 13 dan 10 gelar.

HASIL

FINAL PIALA THOMAS

SEMIFINAL

China melawan Jepang 3:1 (Shi Yuqi kalah dari Kento Momota 20-22, 5-20 ret; He Jiting-Zhou Haodong bt Takuro Hoki/Yuta Watanabe 21-17, 7-21, 21-16; Li Shifeng melawan Kanta Tsuneyama 21-17, 21-15; Liu Cheng/Wang Yilyu lawan Akira Koga/Taichi Saito 21-11, 22-20).

Indonesia lawan Denmark 3-1 (Anthony Ginting kalah dari Viktor Axelsen 9-21, 15-21; Marcus Fernaldi-Kevin Sanjaya lawan Kim Astrup-Anders Rasmussen 21-13, 10-21, 21-15; Jonatan Christie melawan Anders Antonsen 25 -23, 15-21, 21-16; Fajar Alfian/Muhammad Rian bt Mathias Christiansen-Frederik Sogaard 21-14, 21-14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *