Bombardier mengatakan Departemen Kehakiman AS telah meminta informasi tentang kesepakatan jet Indonesia

Produsen jet Kanada, Bombardier, telah melakukan penyelidikan internal terhadap tuduhan terkait hubungannya dengan maskapai PT Garuda Indonesia.


Foto:

denis balibouse / Reuters

Bombardier Inc.

Departemen Kehakiman AS telah meminta informasi dan dokumen terkait urusannya dengan maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia,

Transaksi sudah diselidiki oleh otoritas Inggris atas dugaan suap dan korupsi.

Pada hari Kamis, Bombardier mengumumkan dalam laporan triwulanan terakhirnya bahwa Departemen Kehakiman telah menerima permintaan pada bulan Februari terkait transaksi dengan maskapai Indonesia, termasuk pembelian dan penyewaan pesawat Bombardier CRJ1000 pada tahun 2011 dan 2012.

Pejabat Garuda tidak menanggapi permintaan komentar. Seorang juru bicara Departemen Kehakiman menolak berkomentar.

Pada bulan November, Kantor Penipuan Serius Inggris, sebuah lembaga penegak hukum, membuka penyelidikan terhadap pembuat jet Kanada tersebut atas dugaan suap dan korupsi dalam transaksi perusahaan dengan Garuda.

Perusahaan yang berbasis di Montreal itu membuka penyelidikan internal setelah pengadilan Indonesia memvonis mantan direktur eksekutif Garuda pada Mei tahun lalu atas tuduhan korupsi dan pencucian uang terkait proses pengadaan dari berbagai produsen, termasuk Bombardier. Bombardier tidak dituntut, dan tidak ada karyawannya yang terlibat dalam penyelidikan Indonesia, kata perusahaan itu dalam laporan kuartalannya pada Kamis.

Selengkapnya dari Risiko & Kepatuhan

Direktur Eksekutif Bombardier Eric Martel mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan tahunan perusahaan di Montreal pada hari Kamis bahwa tinjauan internal perusahaan atas transaksi Garuda belum mengarah pada dugaan kesalahan.

Mr Martel mengatakan perusahaan bekerja sama dengan SFO dan Departemen Kehakiman untuk melanjutkan tinjauan internalnya. Dalam laporan triwulanannya, perusahaan juga mengatakan telah bertemu dengan OFS untuk membahas tinjauan internal dan kemungkinan membantu badan tersebut dalam penyelidikannya.

“Perusahaan kami memiliki standar etika dan kepatuhan yang sangat tinggi dan kami akan memastikan taman kami bersih,” kata Martel.

Tulis ke Mengqi Sun di [email protected] dan Jacquie McNish di [email protected]

Hak Cipta © 2020 Dow Jones & Company, Inc. Semua hak dilindungi undang-undang. 87990cbe856818d5eddac44c7b1cdeb8

READ  Penyanyi topeng positif COVID-19, Monsta X dikarantina: Okezone Celebrity

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *