Bantuan tunai untuk nelayan yang bertujuan mengentaskan kemiskinan ekstrem: menteri

Pada tahun 2022, pemerintah akan melanjutkan program BT-PKLW dengan menambah nelayan sebagai penerima manfaat

JAKARTA (ANTARA) – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan bahwa program Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Penyelenggara Kios (BT-PKLW) bagi nelayan difokuskan untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia.

“Pada tahun 2022, pemerintah akan melanjutkan program BT-PKLW dengan menambah nelayan sebagai penerima manfaat,” kata Menkeu dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Di tengah pandemi, kelangsungan dunia usaha khususnya usaha mikro dan kecil menjadi perhatian utama pemerintah. Untuk itu, pihaknya telah melaksanakan beberapa program bantuan, di antaranya program BT-PKLW pada tahun 2021 yang merupakan bentuk santunan kerugian ekonomi akibat lonjakan jumlah kasus COVID-19 pada pertengahan tahun 2021.

Menurut Hartarto, bantuan tersebut dapat membantu merevitalisasi ekonomi masyarakat di lapisan bawah untuk menjaga daya beli, kelangsungan usaha, dan mata pencaharian bagi para pelaku usaha mikro, khususnya pedagang kaki lima dan pengusaha warung.

Menkeu menjelaskan, BT-PKLWN 2022 secara khusus menyasar 212 kabupaten dan kota yang masuk dalam roadmap Program Nol Persen penanggulangan kemiskinan ekstrem pada 2024, dengan dukungan Rp 600.000 per orang untuk 2,76 juta penerima, termasuk satu juta PKL dan pemilik warung dan 1,76 juta nelayan.

Khusus untuk nelayan, kriterianya adalah perusahaan kelautan dan perikanan yang merupakan nelayan pekerja, nelayan yang menangkap ikan tanpa kapal, atau nelayan yang memiliki kapal kurang dari 5 gross tonnage (GT).

Untuk memastikan penerima bantuan yang layak menerima bantuan, pemerintah telah melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara (Polri) untuk melakukan pendataan dan pendistribusian bantuan.

Dari target 212 kabupaten dan kota, TNI menangani penyaluran bantuan di 106 kabupaten dan kota, dan Polri juga bertugas menyalurkan bantuan di 106 kabupaten lainnya.

READ  PBB mendeklarasikan restorasi ekosistem selama beberapa dekade untuk "berdamai dengan alam"

Proses pendistribusiannya difasilitasi oleh sistem informasi BT-PKLWN POLRI dan sistem informasi BT-PKLWN TNI.

“Pemerintah berterima kasih kepada TNI dan Polri yang telah melakukan pendataan dan pendistribusian bantuan ke Pemkot,” kata Menkeu.

Berita Terkait: Penguatan Komunitas Dapat Membantu Mengatasi Kemiskinan Ekstrem: VP
Berita Terkait: Pemerintah bertujuan untuk mengurangi kemiskinan ekstrim menjadi 1,5% pada tahun 2023
Berita Terkait: Pemerintah Dorong Aksi Kemiskinan Ekstrim di 212 Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.