Banjir mematikan melanda Jawa Indonesia, lumpur menghambat pekerjaan bantuan | Berita lingkungan

Petugas penyelamat menemukan setengah lusin mayat di Batu dan dua korban lainnya di Malang, dengan tiga orang masih hilang.

Dalam banjir bandang yang disebabkan oleh hujan lebat di pulau utama Indonesia, Jawa, sedikitnya delapan orang tewas dan tiga lainnya hilang, kata para pejabat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumumkan pada hari Jumat bahwa sungai-sungai di lereng Gunung Arjuno meluap pada hari Kamis, dan airnya yang keruh menggenangi lima dusun di Kota Batu, sebuah kota di provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya dikatakan bahwa 15 orang hanyut dan lima kemudian diselamatkan.

Enam orang berhasil dikeluarkan dari puing-puing hidup-hidup, sementara tim penyelamat menemukan setengah lusin mayat di Batu dan dua korban lainnya di Malang.

“Sejauh ini kami masih mencari tiga orang yang masih hilang,” kata ketua badan tersebut Abdul Muhari dalam sebuah pernyataan.

Upaya bantuan terhambat oleh jalan yang tertutup lumpur tebal dan puing-puing.

Foto dan video yang dirilis oleh badan tersebut menunjukkan jembatan yang rusak, serta rumah dan mobil yang tertutup lumpur tebal.

Pihak berwenang masih mengumpulkan informasi tentang kerusakan dan kemungkinan korban dan mulai mengevakuasi orang-orang di daerah yang terkena dampak ke tempat penampungan negara, kata Muhari.

Banjir parah juga telah dilaporkan di daerah lain di negara itu, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan, kata badan tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan hujan lebat akan terus berlanjut dan meningkat hingga Februari, sebagian karena pola cuaca di La Nina.

Hujan musiman sering menyebabkan banjir dan tanah longsor di Indonesia, negara kepulauan dengan 17.000 pulau di mana jutaan orang tinggal di daerah pegunungan atau di dekat daerah dataran banjir yang subur.

READ  Bank Indonesia perpanjang aturan santai kartu kredit hingga Juni 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *