Amnesti pajak Indonesia menemukan aset yang tidak dilaporkan senilai $40 miliar

JAKARTA, 3 Juli (Reuters): Program amnesti pajak enam bulan di Indonesia, yang kedua dalam lima tahun, telah mengungkap hampir $40 miliar aset tersembunyi dan memberi pihak otoritas tambahan pendapatan pajak sebesar $4 miliar, menteri keuangan telah mengumumkan.

Skema, yang berakhir Kamis (30 Juni), bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan mengikuti amnesti sembilan bulan dari 2016 hingga 2017 yang mengungkapkan aset $300 miliar dan pendapatan yang dihasilkan $9 miliar dari penalti.

Data resmi menunjukkan bahwa 247.918 wajib pajak berpartisipasi dalam skema terbaru, menyatakan aset senilai 594,82 triliun rupiah (39,83 miliar dolar AS) dan membayar 61,01 triliun rupiah (4,09 miliar dolar AS) pajak.

Pemerintah berjanji akan mengalihkan fokusnya ke peningkatan kepatuhan pajak daripada memberlakukan amnesti.

“Kami tidak akan menerapkan amnesti pajak lagi. Data apa pun yang kami terima dari program ini akan menjadi dasar penegakan kami,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers.

Sri Mulyani menolak mengukur apakah program itu berhasil, menggambarkannya sebagai salah satu dari banyak upaya otoritas pajak untuk mendidik masyarakat tentang kewajiban perpajakan.

Kurang dari setengah tenaga kerja di Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terdaftar sebagai pembayar pajak. Sekitar 9% dari produk domestik bruto, tarif pajak termasuk yang terendah di kawasan Asia-Pasifik.

Sebagian besar dari mereka yang mengambil bagian dalam amnesti adalah wajib pajak orang pribadi, tetapi perusahaan juga bergabung. Hampir 8.000 peserta mendeklarasikan aset di Singapura senilai 56,96 triliun rupiah, beberapa di antaranya dijanjikan akan dipulangkan.

Hasil dari amnesti akan semakin memperkuat posisi anggaran pemerintah setelah telah menuai pendapatan tak terduga dari booming ekspor dan pemulihan ekonomi dari pandemi. ($ 1 = 14.935.000 rupiah) – Reuters

READ  MU melawan Arsenal tanpa gol di babak pertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.