POS Olsera berbasis cloud mengumpulkan $2,5 juta dari Orbit Kejora-SBI; Mempercepat pertumbuhan untuk memberdayakan lebih banyak wirausahawan Indonesia.

Jakarta, Indonesia, 7 Januari 2022 / PRNewswire / – Olsera, startup Point of Sales (POS) berbasis cloud, telah meningkatkan US$2,5 juta dalam pendanaan putaran awal dari Kejora-SBI Orbit, dana modal ventura bersama yang dipimpin oleh Kejora Capital, satu dari Asia Tenggara siklus hidup penuh terbesar investasikan akunt firm dan SBI Holdings dari Jepang.


Co-Founders Olsera: Novendy & Ali, bersama Shunichi Keida, Billy Boen & Richie Wirjan dari Kejora-SBI Orbit

Olsera telah membantu lebih dari 10.000+ UMKM di 300 kota di Indonesia mendigitalkan bisnis mereka dalam skala besar. Dengan modal segar ini, Olsera berupaya memperkuat infrastruktur teknologinya, merekrut lebih banyak talenta, dan mempercepat akuisisi merchant mereka di 200 kota lain di Indonesia.

Data dari Indonesia Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menunjukkan 64,2 juta UMKM telah memberikan kontribusi 61% terhadap perekonomian bangsa, sebesar Rp 8,5 triliun dalam nilai nominal. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk memasukkan lebih dari 30 juta UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital pada tahun 2024 September 2021, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) telah menemukan bahwa lebih dari 16,4 juta (54,7%) dari UMKM tersebut telah berhasil diaktifkan secara digital, di mana, selama pandemi COVID-19, negara ini telah melihat lebih dari 2X tingkat di mana ini UMKM sudah go digital.

“Sebagai kontributor terbesar bagi perekonomian negara kita, UMKM layak mendapat banyak perhatian untuk bertahan dan berkembang melalui pandemi dan seterusnya. Kami bertujuan untuk mendukung Olsera dan para pendirinya yang berkomitmen untuk memajukan visi mereka dalam merangsang pertumbuhan ekonomi digital bangsa,” disampaikan Billy Boen, Direktur Dana Orbit Kejora-SBI.

Jalan menuju digitalisasi UMKM bukanlah jalan yang mudah, mengingat pemilik usaha di ruang ini menghadapi keterbatasan modal, akses internet, dan saluran distribusi penjualan di samping kebutuhan untuk mengembangkan pengetahuan mereka untuk mengadopsi dan memanfaatkan platform digital mereka secara efektif. .

“Sebagai sesama pengusaha, kami sangat memahami betapa sulitnya menumbuhkan dan mempertahankan bisnis, termasuk kerumitan yang menghadang. Sejak tahun 2015, Olsera telah berkomitmen untuk mendukung pengusaha mengembangkan dan mengelola bisnis mereka secara sederhana melalui teknologi. ” kata Novendy Chen, salah satu pendiri dan CEO Olsera.

Sebagai POS, Olsera tidak hanya mencatat transaksi, tetapi juga menyediakan fitur ERP yang menurut pemilik bisnis sangat berguna, memungkinkan mereka untuk mengontrol lintas departemen dari mana saja dan kapan saja, termasuk akuntansi, manajemen inventaris, promosi, manajemen karyawan, dan layanan pelanggan.

“Di masa pandemi ini, kami melihat cukup banyak mitra usaha UMKM yang terdampak karena toko-toko masih offline. Kami meluncurkan Olsera Store agar para pelaku usaha bisa merombak toko offlinenya menjadi online. Di sisi lain, UMKM di sektor jasa juga dirugikan. hilang karena jarak sosial terjadi. Kami juga perlu mendigitalkan bisnis mereka, oleh karena itu kami mengembangkan Zenwel. Dirancang khusus untuk kebutuhan layanan UMKM, Zenwel menyediakan fitur-fitur hebat seperti penjadwalan kalender, pemesanan online, CRM, dan program loyalitas / keanggotaan kepada meningkatkan akuisisi dan retensi pelanggan mereka.” Ali Tjin, salah satu pendiri & CTO Olsera menambahkan.

Olsera sendiri juga terus bullish dalam menumbuhkan basis kemitraannya, salah satunya adalah akses integrasi dengan platform e-commerce seperti Tokopedia, Lazada, Shopee, Blibli, dan lainnya agar para pelaku bisnis dapat melihat performa bisnisnya di setiap toko dan platform, tetapi juga menggabungkan semua daya tarik bisnis mereka dalam satu tampilan agregat, memberikan gambaran menyeluruh tentang bisnis mereka.

READ  11 Camilan Cokelat Cadbury yang Telah Kami Hilangkan Selama Bertahun-tahun

TENTANG KEJORA-SBI ORBIT:

Orbit Kejora-SBI adalah 30 juta dolar dana VC gabungan antara Kejora Capital, Salah satu dari Asia Tenggara perusahaan investasi siklus hidup penuh terbesar dengan over US$600 juta Kepemilikan AUM dan SBI dari Jepang. Kami berinvestasi dan berkembang Indonesia-memfokuskan startup teknologi tahap awal.

Hak Cipta © acrofan Semua Hak Dilindungi Undang-Undang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *