Sudah Waktunya Bagi Rezim Sekarang Untuk Berbicara Dengan Calon Kami

KlikBulukumba.com – Sejak kasus Warga tanam pohon dijalan, ditambah pasien rumah sakit yang gagal operasi setelah dibelah, sampai mutasi pemerintah kabupaten Bulukumba yang diakui salah. Dan beberapa lagi lainya yang  menandai rangkaian cara kerja pemerintah daerah yang mengecewakan warga masyarakat ini mencapai ambang batas toleransi.  Setelah semua itu, seakan oleh warga di sambut sebagai  hipotesa dari cara kerja tata kelola pemerintah  yang tidak serius yang melengkapi argumen kesimpulan kekecewaan  warga Bulukumba. Argumentasi ini mungjin benar, dan mungkin saja kurang tepat. Ujar Nirwana, Warga Masyarakat Manyampa Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba.  Artiya. Ini adalah akumulasi dari penyebab utama jatuhnya kepercayaan warga terhadap rezim ini. 

 ” Iya, Benar. Hari ini, Saya ikut memasang meme itu di FB saya. Dan, adinda bisa membaca ini sebagai protes dalam hidup di lingkungan sosial kecil saya. Jadi, hari  ini, jika ditanya soal kenapa saya ikut melakukan gerakan memasang meme ini, alasannya  adalah tangga awal untuk berharap bahwa kami sudah jenuh berimprovisasi seolah – olah semuanya  baik – baik saja. Kami jenuh berwajah manis di hadapan pemerintah seakan kerja – kerja pemerintahannya baik – baik saja. No. Tidak, kami sedang tidak baik sejak sekian lama. Dan kami sendiri yang akan mengahiri  situasi ini.”  Tuliskan, kalimat saya ini dengan jelas. Pinta Nirwana dengan jelas.

Jika, Kalian ingin melihat secara jelas kebenaran dari meme itu. Mulailah dari rumah, sampai beberapa rumah sebelum atau sesudahnya, di mana di balik semua keresahan itu terdapat keluhan yang lebih luas atas kepercayaan yang runtuh, kebijakan pemerintah  yang mandek dan para pemimpin yang seakan  tidak bertanggung jawab. Kebenaran dari meme  itu tampaknya akan semakin membuat anda ikut bersuara seperti kami. Contohnya: ” Pejabat menjanjikan tata kelola mutasi yang transparan,  itu hanya setelah bukti kebohongan mereka yang tak terbantahkan di gunjing secara ramai di rumah – rumah warga.  Meski begitu, beberapa menggunakan taktik lelah untuk menangkis kesalahan.”  Ini satu dari sekian banyak yang akan anda dengar setelah berbicara dari rumah ke rumah secara langsung.

Apa menyebabkan dari ini kira – kira, ” Jangan bilang itu karena saat ini momentum pilkada, dan semuanya memungkin di politisir.” Ujar Nirwana. Saya yakin, dirinya menambahkan bahwa beberapa orang telah menyatakan dan akan mengatakan itu. ” Kenapa mesti dihari hari  terahir di bulan pebruari ini Dan atau Apa yang ada pada diri perempuan ini yang tidak oleh setiap orang hanyalah ibu rumah tangga yang sempat pengalaman sebagai wakil rakyat, tapi tidak berpengalaman sebagai bakal calon di pilkada ini menjadi titik bangkit perlawanan warga?”  Saya yakin kalimat ini akan banyak di sosialisasikan. Karena itu saya katakan, Ada atau tidak ada nya Hj Hilmiaty Asip di Pilkada Bulukumba tidak akan merubah sikap warga, Kami dan mereka sangat memungkinkan untuk berdaya mandiri, bukan diberdayakan.ingat ya, ingat. bukan di berdayakan.” Artinya,  Ketika yang kami lakukan ini dimaknai politis, saya katakan Iya. Ini gerakan Politis. Tapi, Jika yang kami lakukan ini karena diberdayakan secara politik oleh kepentingan politik Hilmy, Maka, semua akan berfikir bahwa ini adalah upaya memecah belah warga. Jelas itu. Alasannya sederhana, Pemerintah saat ini, meskipun cukup berhasil membuat kami tidak berdaya secara ekonomi, tapi Ia tidak cukup sukses untuk membuat warisan harga diri kami ternilai dengan rupiah. Jadi. Sekali lagi saya tegaskan, bahwa  ” hubungan semua ini  dengan Hilmy Asip  hanya terhubung ke satu hal,  itu soal rasa sakit kami sama, Jerit Nurani kami terhubung”.  Bukan karena perempuan ini punya uang dan membiayai semua itu.

Sudah semestinya memang kita berhenti untuk selalu mencari kambing hitam ditengah ketidak berdayaan kita mengahadapi sesuatu. Percayalah  sepenuhnya pada kempampuan kewargaan kita. Yang paling mesti dan  harus disalahkan atas krisis kepercayaan dengan Bulukumba ini adalah Warga sendiri, Saya dan setiap warga Bulukumba itu sendiri. Bukan meme “ the power of life  dari Hilmiaty Asip ”  ini.  Kenapa. Yaa karena warga sendiri terlambat mengambil sikap, dan bisa jadi kesadaran akan sikap kami berkelindan  setelah ibu Hilmy berinteraksi secara langsung dengan mereka. Harus dibaca begitu.

” Bukan malah merespons dengan memicu mekanisme perselisihan dalam percakapan warga  yang akhirnya dapat membunuh mereka sendiri.” Jadi. Mari kita ganti dengan kesepakatan 2020 kita, kata Nirwana,  Menandai hari ini, sebagai sesuatu yang serupa kesepakatan batin antar warga masyarakat. Bahwa, Sebagian besar dari kami  telah memilih sikap bermusuhan atas keterlibatan konstruktif dari kebijakan pemerintah yang gagal sampai saat ini kami Nikmati.  Akibatnya, Rupa Kewargaan dan Tampilan pemerintah kita buruk. Dan, Sekarang lah saatnya bagi pemerintah untuk berbicara dengan perempuan Kami, . “Ini saat baik dan tepat bagi mereka untuk memikirkan kembali strategi disisa pemerintahan ini setelah bicara dengan Calon Kami. Mereka cukup Bertanya satu hal pada Hj Hilmy ” Apa syarat dan cara untuk memenangkan kembali dengan mendapatkan hati dan kepercayaan kami”. Tutup Nirwana .

Advertise

Leave a Reply