Penjelasan IDI Soal Kasus Batal Operasi di RSUD Bulukumba

Klikbulukumba.com,BULUKUMBA–Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bulukumba melakukan pertemuan dengan dr Junaid untuk mengusut kasus pembatalan operasi meski leher pasien sudah dibedah.

Sekertaris IDI Bulukumba, dr Firdaus dalam keterangannya menjelaskan secara teknis alasan dr Junaid membatalkan operasi kepada pasien bernama Dume (60).

Pasien yang berasal dari Desa Bukit Harapan Kecamatan Gantarang tersebut diketahui memiliki pembengkakan pada bagian leher (gondok).

“Kemarin kita sudah bicara sama dr Junaid. Dia menjelaskan bahwa pada saat sudah dibelah, gondoknya masuk ke dalam rongga paru-paru (Toraks),” katanya, Selasa (11/02/2020).

Saat diketahui pembengkakan pasien masuk ke rongga toraks dan ada pelengketan di pembuluh darah besar, seharusnya dr Junaid konsultasi ke dr ahli bedah toraks (Bedah Paru-paru).

“Tetapi kita di Rumah Sakit Sultan Dg Radja tidak memiliki dr ahli bedah toraks, maka dr Junaid berinisiatif untuk menutupnya kembali karena ini akan sangat berisiko kalau tidak ada dr ahli bedah toraksnya,” tegas dr Firdaus.

“Makanya harus join dengan dr ahli bedah toraks kalau kasusnya seperti itu, ada yang khusus buka bedah toraksnya, ada yang khusus angkat gondoknya,” imbuhnya.

Sebelum membedah pasien, dr Junaid kata dia telah melakukan persiapan periode waktu prosedur bedah pasien (Perioperatif), mulai anamnesis, pemeriksaan fisis hingga pemeriksaan penunjang.

Meski begitu, penglihatan dinilai terbatas dari segi penampakannya. dr Firdaus menjelaskan jika sebelum dibedah, gondok pasien tidak terlihat menjalar masuk ke dalam rongga paru-paru.

“Jadi dipelajari di situ, tapi yang menjalar kebawah dan masuk ke rongga toraks itu yang tidak kelihatan,” pungkas dr Firdaus.

Advertise

Leave a Reply