Inovatif, Lapas Bulukumba Canangkan Zona Integritas WBK & WBBM, Bupati Jadi Saksi

Klikbulukumba.com,BULUKUMBA–Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM) yang kembali dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA.

Dalam kegiatan ini, Kepala Lapas IIA Bulukumba mengundang Bupati AM Sukri Sappewali, Ketua DPRD, Dandim 1411, Kapolres, Ketua Pengadilan Negeri, dan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulsel sebagai saksi.

Deklarasi dan pencanangan yang dihadiri oleh Kepala Kanwil Hukum dan HAM Sulsel, Priyadi ini diikuti oleh enam UPT. Diantaranya Lapas Kelas IIA Bulukumba, Balai Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, Rutan Kelas IIB Selayar, Rutan Kelas IIB Jeneponto, Rutan Kelas IIB Bantaeng serta Rutan Kelas IIB Sinjai.

Kepala Lapas Bulukumba, Saripuddin Nakku menyebut Deklarasi Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas dilaksanakan sebagai tata nilai budaya kerja yang profesional, akuntabel dan transparan, serta inovatif dalam melaksanakan tugas dan fungsi demi pelayanan lembaga pemasyarakatan yang lebih baik.

Ia menyebutkan status Lapas Kelas IIB Bulukumba meningkat menjadi Lapas Maximun Security, sehingga pada akhir tahun 2019 pihaknya melakukan renovasi sarana dan prasarana lembaga pemasyarakatan melalui anggaran Kementerian Hukum dan HAM.

Renovasi yang dilakukan diantaranya, perbaikan kantor, menambah tinggi pagar tembok 50 sentimeter, pemasangan kawat duri, perbaikan rangka dan atap hunian, serta pembangunan ruang tunggu dan ruang besuk.

“Sebelum renovasi, ruang tunggu pembesuk berada di luar pintu masuk gedung, namun kini ruang tunggu sudah berada di dalam,”ungkapnya, Kamis (06/02/2020).

Pada kesempatan Saripuddin Nakku menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan terobosan untuk mengantisipasi terjadinya transaksi narkoba di dalam Lapas.

Pihaknya kata dia membuat uang imitasi sebagai satu-satunya alat transaksi yang digunakan untuk jual beli. Dengan begitu, akan sulit terjadi transaksi di dalam lapas, oleh karena uang imitasi itu hanya berlaku di koperasi Lapas.

Uang asli yang dimiliki oleh tahanan, ditukar dengan uang imitasi dalam berbagai nilai pecahan. Saat penukaran uang, dilakukan registrasi, sehingga peredaran uang imitasi diketahui siapa pemegangnya.

“Untuk langkah awal, kami membuat 120 lembar setiap pecahan. Mulai dari pecahan seribu, dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu, dua puluh ribu, lima puluh ribu, dan seratus ribu,” tutur Saripuddin.

Bupati AM Sukri Sappewali yang hadir mengapresiasi tekad jajaran Lapas Kelas IIA Bulukumba untuk melakukan perbaikan melalui pencanangan zona integritas.

Menurutnya hal itu merupakan satu langkah maju dari Lapas di tengah banyaknya sorotan yang sering ditujukan ke lembaga pemasyarakatan. Misalnya adanya transaksi narkoba, serta praktek pungli dan suap lainnya.

“Kita semua mengharapkan dengan pencanangan zona integritas ini menjadi jaminan bahwa kita tidak lagi mendengar ada praktek-praktek suap di lembaga ini,” pinta AM Sukri Sappewali dalam sambutannya.

“Harapan kita, deklarasi janji kinerja ini bisa berjalan sehingga tugas masyarakat abdi negara betul-betul sudah terwujud. Bukan untuk dilayani rakyat tapi kita yang menjadi pelayanan rakyat,” tambahnya.

Advertise

Leave a Reply