Lambatnya Metode Dinilai Jadi Kisruh LPJ Dana Desa

PikiranRakyat.com

Klikbulukumba.com, Herlang— Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) sumber alokasi dana desa tahun anggaran 2019 tahap III sampai saat ini masih berpolemik.

Laporan dana desa seharusnya rampung pada akhir tahun, tanggal 31 Desember 2019. Namun pada saat itu masih ada 87 Pemerintah Desa yang belum memasukkan LPJ.

Selanjutnya, PMD kembali memberikan batas waktu hingga 10 Januari 2020, namun masih ada kurang lebih 30 desa yang belum merampungkan laporannya.

Saat dikonfirmasi, Kadis PMD Andi Kurniadi hanya mengeluarkan teguran dan kembali memberi batas waktu kepada pemerintah desa sampai 15 Januari.

Menanggapi masalah ini, Pendamping Desa tingkat Kecamatan Herlang Muhammar Natsir mengatakan bahwa masalah LPJ sebenarnya tidak lepas dari perencanaan awalnya.

Natsir mengungkapkan sistem perencanaan selalu lambat, makanya berdampak pada penyampaian laporan keuangan dana desa. Untuk itu, Ia mengaku semua bertanggungjawab, baik pada pendamping sampai kepada tingkatan Pemerintah Daerah.

“Semuanya bersalah, termasuk kami pendamping, Pemerintah Desa sampai Pemerintah Daerah juga bertanggungjawab untuk masalah ini,” ujarnya, Senin (13/01/2020).

Tuduhan Natsir bukan tanpa alasan, menurutnya apabila masalah penetapan APBDes bisa dipercepat, polemik LPJ tidak akan lagi ditemui.

“Karena kita tidak bisa meramu metode perencanaan yang lebih cepat. Contoh, dalam regulasi dikatakan bahwa penetapan APBDes itu harus ditetapkan sebelum 31 desember. Nah tahun 2020 belum ada di kabupaten bulukumba ini yang menetapkan APBDes, artinya kita tidak mampu,” imbuh dia.

Selain itu, ia juga menyinggung soal pencairan dana tahap III ini yang dinilai lambat, pasalnya rata-rata dana desa tahap III ini cair pada 15 Desember 2019, Namun disisi lain aturan penyampaian LPJ berakhir pada 31 Desember.

“Ini tentu terlalu kepepet, bagaimana mungkin LPJ bisa dipercepat dalam waktu 15 hari dengan penganggaran untuk pembangunan Posyandu misalkan, kan tidak mungkin,” pungkas dia.

Leave a Reply