Kejari Bulukumba Tahan Ibu Bersama Bayinya Yang Masih Berusia 5 Hari

Pasang iklan anda

Bulukumba, KlikBulukumba.com – Kejaksaan Negeri Bulukumba menahan seorang perempuan yang baru saja melahirkan sepekan lalu. Wanita tersebut tersangkut kasus penipuan.

Tak hanya seorang perempuan baru melahirkan itu, bayi yang usianya berumur sekitar 5 hari juga ikut dijebloskan di Lapas kelas IIA Bulukumba.

Berdasarkan penyelidikan polisi, Ibu nifas tersebut diketahui berinisial RA alias Tena, yang tersangkut kasus penipuan dan penggelapan.

Informasi yang dihimpun dari Humas Lapas Bulukumba, Mappasomba membenarkan jika saat ini di Lapas Bulukumba seorang ibu ditahan bersama dengan ibunya. Wanita paruh baya tersebut, masuk sejak, Rabu (16/10/2019).

“Ia benar ada bayi di lapas Bulukumba berusia 5 hari. Ibunya tersangkut kasus penipuan sharing modal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2019).

Mappasomba menjelaskan, pihaknya tetap memberikan perlakuan baik terhadap bayi tersebut, bahkan dokter yang menangani bayi mungil itu tetap dihadirkan untuk mengontrol kesehatan bayi dan ibu nifas.

“Jadi dalam UU juga diatur, dilarang memisahkan bayi dengan ibunya sebelum berusia 2 tahun. Sehingga bayi tersebut ikut masuk ke dalam tahanan. Kami juga memberi suplai susu dan makanan khusus ibu menyusui,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Kasi Pidum Kejari Bulukumba, I Made Pasek, RA alias Tena adalah tersangka kasus penipuan dan penggelapan. Tersangka telah ditahan dan dilakukan penyerahan dan barang bukti dari penyidik ke kejaksaan Bulukumba.

Pihak Kejari juga mengaku tidak pernah menahan anak tersangka.

“Itu pilihan tersangka sendiri untuk membawa anaknya, dan kami tidak berhak melarang,” katanya.

Yang dilakukan oleh Kejari, Kata I Made, sudah memperlakukan tersangka dengan baik dengan tidak mengenakan rompi tahanan dan borgol tahanan.

Penahanan tersangka menurut I Made, karena tersangka sempat DPO, sehingga atas dasar itulah, Kejari melakukan penahanan agar proses penanganan perkara dapat berjalan dengan lancar.

“Informasi dari penyidik, penyidik sempat kesulitan dalam menghadirkan tersangka karna tidak diketahui keberadaannya sehingga sempat diterbitkan DPO,” kata I Made.

Sebelumnya, video pelaku saat masih berada di Kejaksaan Negeri Bulukumba beredar di grup-grup whatsapp di Bulukumba. Video tersebut menunjukan, pelaku menggendong bayinya. Tak berselang lama, masih di pelukan ibunya, bayi tersebut pergi menggunakan mobil berwarna silver.

Andi Muhammad Anwar

Leave a Reply