Ini 10 Pemuda Berpengaruh di Bulukumba

10 Pemuda Berpengaruh di Bulukumba

Kapolres Bulukumba

Bulukumba, KlikBulukumba.com – Peran pemuda dalam pembangunan suatu bangsa tidak bisa dianggap sebelah mata, termasuk dalam pembangunan daerah.

Kemajuan Kabupaten Bulukumba sendiri tidak lepas dari peran para pemudanya yang terus mengawal dan memberi saran agar arah kabupaten yang berjuluk Butta Panrita Lopi ini terus menuju ke arah yang lebih baik.

Berikut 10 Pemuda Berpengaruh di Kabupaten Bulukumba yang telah dihimpun oleh tim KlikBulukumba.com.

1. Rudy Tahas
Sosok pria yang satu ini dikenal sebagai salah satu aktivis senior di Kabupaten Bulukumba. Rudy Tahas atau yang akrab disapa Injet ini tidak bisa tinggal diam ketika ada keputusan-keputusan pemerintah daerah yang tidak pro dengan rakyat kecil.

Menjadi aktivis sejak tahun 2002, Injet sudah mengawal banyak masa kepemerintahan dengan pemimpin yang berbeda di Kabupaten Bulukumba.

Sebagai aktivis, dirinya pernah diteror, dikucilkan hingga dipenjara karena keras menyuarakan metode kepemimpinan yang semakin menyusahkan rakyat kecil.

“Yang paling tidak enak, kami sering dianggap anti terhadap pemerintah, padahal kami hanya mengawal bagaimana pemerintahan bisa berjalan baik dan tetap mensejahterakan masyarakat,” ujar Injet.

Saat ini dirinya tengah memimpin Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Bulukumba yang sedang memperjuangkan hak masyarakat Suku Adat Kajang agar tanah mereka yang di ‘Sabotase’ oleh PT. Lonsum bisa kembali kepelukan.

2. A.M. Ihdar YN
A.M. Ihdar YN atau yang sering disapa Ihdar Alfarabi ini merupakan sosok yang bisa dibilang berdarah-darah dalam melestarikan dan mempromosikan budaya lokal Kabupaten Bulukumba.

Dengan sanggar seni Alfarabi, Ihdar berhasil mengemas budaya lokal bulukumba menembus hingga ke internasional.

Sempat dianggap sebelah mata saat awal mula terbentuknya Alfarabi tidak membuat ihdar putus semangat.

Cibiran yang selama ini datang dibeli dengan prestasi saat Alfarabi diundang ke Singapura pada tahun 2015 lalu, untuk mementaskan budaya lokal bulukumba di Kedutaan Indonesia dan National University of Singapore.

Alfarabi juga dikenal sebagai sanggar yang sering mengkritik pemerintah melalui karyanya karena menganggap budaya lokal di Kabupaten Bulukumba masih menjadi ‘Anak Tiri’.

“Bulukumba butuh gedung kesenian, itu saja,” ujar Ihdar.

3. Andi Awal Irsyad
Pria yang bernama lengkap Andi Awal Isryad ini merupakan salah satu pemuda yang mengangkat derajat Kopi Kahayya hingga dikenal banyak orang.

Dimulai sejak 2016 silam, pria yang akrab disapa Boim ini gencar mempromosikan Kopi Kahayya hingga meningkatkan mutu dan kemasan Kopi Kahayya agar bisa diterima masyarakat.

Saat ini Kopi Kahayya bukan lagi dianggap sebuah produk usaha ‘Kecengan’ namun telah menjelma menjadi salah satu ikon dari Kabupaten Bulukumba dengan cita rasa yang khas tentunya.

Dengan naiknya Kopi Kahayya hingga skala Nasional, memberi dampak positif untuk para masyarakat Desa Kahayya yang pada umumnya bekerja sebagai petani kopi.

4. Ustadz Andy Satria
Ustadz kelahiran Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba ini memang terkenal dengan gaya dakwah yang bisa dibilang berbeda dengan uztadz kebanyakan.

Ustadz Andy Satria yang menempuh pendidikan berbasis keagamaan dengan tanpa pemaksaan afiliatif ke madzhab tertentu berhasil menjelma sebagai ustadz yang berpengaruh dengan pemuda milenal dan beberapa komunitas ‘Minoritas’ yang ada di Bulukumba.

Berdakwah sejak 1992 ketika masih duduk di kelas 1 Tsanawiyyah dirinya menjadi anak didik khusus Almukarram (Alm.) Kiai Haji Mudzakkir Syuaib untuk menjadi pendakwah.

Seiring waktu, Andy Satria memaknai medan dakwah dengan pendekatan transformatif, dikarenakan masyarakat Bulukumba yang sangat variatif ada yang bisa menerima dakwah dengan mudah dan sebaliknya.

Melalui penyampaian/pendekatan transformatif. Antara lain,mengajak masyarakat untuk berdialog terbuka tentang tema keislaman yang selama ini dipahami atau diterapkan, nama Andy Satria semakin melambung tinggi dimasyarakat dan menjadi rebutan untuk berdakwah di kegiatan-kegiatan masyarakat.

Ustadz yang sering menyampaikan dakwah lewat bahasa asing secara fasih seperti Arab dan Inggris ini kemudian dianggap terlalu banyak mengambil ‘Jam Terbang’ kubu sebelah, saat itulah jalan dakwah Andy Satria semakin sulit.

Cara berdakwahnya kemudian dicap tidak benar oleh beberapa kalangan, dinilai terlalu lembek bahkan cuma melawak ketika berdakwah, membuat Andy Satria tidak gentar dengan isu-isu yang menyerangnya dan tetap melanjutkan cara berdakwah dengan pendekatan transformatif.

Hingga saat ini nama Ustadz Andy Satria menjadi salah satu nama yang dinanti banyak masyarakat Bulukumba dikegiatan-kegiatan islami untuk berdakwah.

Sekarang, dirinya juga bertugas di salah satu radio lokal bulukumba sebagai penyiar.

“Merebahkan dengan tidak merobohkan, mengajak orang-orang untuk lebih mengenal Islam tidak selalu dengan nada tegas yang dibarengi dalil-dalil yang menyeramkan,” – Andy Satria

5. Fina Irmawati Syam
Di dunia pendidikan, Fina Irmawati Syam merupakan salah satu sosok pemuda yang mewakafkan dirinya agar pendidikan bisa dirasakan oleh semua anak terkhusus yang berkategori kurang mampu di Kabupaten Bulukumba.

Melalui organiasi Sahabat Pulau Bulukumba, perempuan yang berusia 29 tahun ini gencar melakukan kegiatan-kegiatan edukasi hingga kegiatan sosial.

Di 2017, Fina kemudian memimpin Youth Hub Bulukumba, sebuah wadah untuk para pelajar dan mahasiswa bulukumba untuk belajar lebih tentang teknologi.

Mengembangkan karya inovasi berbasis Internet of Things, Youth Hub Bulukumba menyasar penciptaan teknologi di bidang Pertanian, Kelautan, Kesehatan dan lainnya.

Fina juga pernah mendapatkan penghargaan Inovasi Teknologi terbaik di ajang Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2018 lalu.

6. Basmawati Haris
Dibidang literasi, nama Basmawati Haris sudah tidak asing lagi di Kabupaten Bulukumba.

Perempuan berumur 24 tahun ini menjadi salah satu ujung tombak kemajuan literasi di Kabupaten Bulukumba.

Kiprahnya atas pengelola Rumah Baca Pinisi yang ditekuni secara serius tahun 2013 diganjar dengan penghargaan oleh Diknas Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pengelolaan rumah baca terbaik di tahun 2017 lalu.

Selain mengelola rumah baca, Basma juga aktif berperan serta dalam kampanye membaca buku sejak usia dini dan beberapa kampanye literasi lainnya di Kabupaten Bulukumba.

7. Jumarlin
Sosok Jumarlin adalah salah satu sosok yang berpengaruh dalam pelestarian Suku Adat Ammatoa Kajang.

Dengan terbentuknya Masyarakat Hukum Adat (MHA) Ammatoa Kajang, Jumarlin bersama para tokoh pemuda kajang lainnya berhasil mempertahankan kearifan lokal Suku Kajang agar tetap lestari dan tak tergerus oleh kemajuan teknologi saat ini.

‘Pasang Ri Kajang’ juga terus kaji secara serius dengan kegiatan berupa festival budaya Adat Ammatoa Kajang, yang meliputi semua kebiasaan-kebiasaan yang sudah hampir dilupakan oleh masyarakat adat itu sendiri.

Secara hukum Masyarakat Adat Ammatoa Kajang ini terbentuk sejak 2015, dengan adanya Perda No. 9 Tahun 2015 Tentang Pengukuhan, Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang, tetapi jauh sebelum MHA ini diakui oleh pemerintah, mereka (MHA) hukum adatnya sudah berjalan dengan normal sesuai kearifan lokal yang ada dan dikenal dengan ‘Pasang Ri Kajang’

8. Imyen Damai
Imyen Damai adalah sosok dibalik berdirinya Komunitas Kerenisme Bulukumba. Komunitas yang dikenal sering menyalurkan bantuan ke masyarakat kurang mampu atau yang terkena benccana alam di Kabupaten Bulukumba.

Imyen membentuk Kerenisme sejak Desemeber 2013 lalu, Keren – Is – Me menjadi suku kata dasar dari nama komunitas sosial ini. Puluhan anggota Kerenisme juga gencar dalam kegiatan-kegiatan sosial.

Kerenisme sendiri sekarang telah membentuk cabang di Gowa dan Makassar.

9. Try Juanda
Try Juanda adalah sosok dibalik terbentuknya akun sosial media @ExploreBulukumba. Akun yang berfokus untuk mempromosikan keindahan tempat pariwasata Kabupaten Bulukumba ini mempunyai pengaruh dalam tingkat kedatangan pengunjung di Bulukumba.

Mempunyai lebih dari 12.000 pengikut di Instagram, Explore Bulukumba menjadi salah satu refrensi para calon wisatawan ketika ingin berkunjung ke Kabupaten Bulukumba.

Explore Bulukumba diinisiasi tahun 2015 berangkat dari keyakinan bahwa industri pariwisata adalah industri hijau yang bisa mendistribusikan ekonomi hingga ke berbagai pelosok, khususnya Bulukumba.

Platform yang digunakan adalah Instagram, karena menjadi platform paling populer. Dimulai dengan memposting foto pribadi dan juga melakukan kurasi terhadap foto wisatawan yang datang berkunjung ke Bulukumba. Seiring berjalannya waktu, Explore Bulukumba kini menjadi salah satu channel dalam mempromosikan potensi wisata di Bulukumba.

“Yang ingin dicapai, sebenarnya sederhana, melihat pariwisata di Bulukumba bisa dirayakan oleh semua masyarakat melalui beragam manifestasi. Tentunya, bentuk pariwisata yang kami maksud harus mengedepankan isu sustainabilitas, ekonomi kerakyatan, dan kreativitas. Saya sedang banyak melakukan riset, melihat kembali peluang dan potensi Explore Bulukumba untuk bisa berkontribusi secara maksimal. Semoga selalu didukung oleh pemerintah, akademisi, dan gerakan ini bisa dimiliki bersama oleh semua masyarakat Bulukumba,” ungkap Juanda

10. Arianto Natsir Lewa
Arianto Natsir Lewa atau yang akrab disapa Lewa ini adalah penggagas terbentuknya Komunitas Pejuang Subuh Bulukumba.

Terbentuk pada tahun 2018 kemarin, Komunitas ini pun mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat Kabupaten Bulukumba terbukti dengan anggotanya yang kini mencapai 150 orang.

Pejuang Subuh sendiri merupakan komunitas yang ingin menjadikan moment shalat subuh seramai dengan shalat Jumat.

Komunitas Pejuang Subuh Bulukumba juga sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial, seperti salah satunya menyalurkan bantuan untuk beberapa korban kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bulukumba beberapa saat lalu.

———
Itu dia 10 Pemuda Berpengaruh di Kabupaten Bulukumba yang berhasil dirangkum oleh tim KlikBulukumba.com, siapa 10 pemuda berpengaruh di Kabupaten Bulukumba menurut versimu? Tuliskan di kolom komentar yah…

Samsat Kabupaten Bulukumba

Leave a Reply