DPRD Bulukumba Sebut Jalan di Swatani Belum Jadi Prioritas

Aksi puluhan warga Kacibo, Desa Swatani Kecamatan Rilau Ale melakukan protes dengan penanaman pohon pisang dan kelapa di jalan sepanjang 2 KM, Jumat (30/11/2018). Foto : Istimewa

Bulukumba, KlikBulukumba.com – Menanggapi aksi penanaman pohon pisang dan kelapa oleh warga Kacibo, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale DPRD Bulukumba melalui salah satu legislatornya dari daerah pemilihan Rilau ale, Syarifuddin menyebutkan bahwa Jalan Swatani belum menjadi prioritas utama untuk dikerjakan. Jalan poros Kacibo Desa Swatani yang menghubungkan Pallangisang, Kecamatan Ujung Loe ini diketahui belum dibangun sejak tahun 1992, Senin, 3 Desember 2018.

Sejak perintisan jalan tersebut dibangun, hanya menggunakan swadaya masyarakat yang gotong royong untuk pembuatan pengerasan jalan dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan.

Syarifuddin yang dikonfirmasi oleh awak media mengakui, jalanan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Rilau Ale-Kecamatan Ujung Loe itu memang belum diusulkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Pihak pemerintah desa juga menurut fraksi nasdem ini belum memasukkan proposal pembangunannya.

“Memang belum ada proposal masuk. Kalaupun masuk di Musrenbang desa, mungkin tidak ditindaklanjuti di kecamatan. Hampir semua yang diusulkan oleh desa, dilihat lagi di kecamatan apakah masuk skala prioritas atau tidak, dengan melihat kondisi anggara. Ketika anggaran kurang, maka ditahun berjalan akan terpending,” Kata Syarifuddin.

Untuk pembangunan jalan di Kacibo menurut Syarifuddin, tetap prioritas, tetapi ada skala prioritas yang lebih diutamakan. Ia mencontohkan jalan yang menghubungkan desa Swatani ke Desa Bontomangngring.

“Selain itu, juga penyesuaian anggaran di APBD. Hanya mungkin saat musrenbang, disuarakan tapi pada saat diusulkan di kecamatan, delegasi dari desa tidak dipertahankan,” Ungkapnya

Untuk kasus jalan Kacibo, selama 4 Tahun ini menurut Syarifuddin tidak pernah dimasukkan, apalagi terbatasnya anggaran yang membuatnya tidak dimasukkan ke APBD.

“Setiap tahun selalu diikuti di kecamatan, tetapi harus kita mengambil rekap oleh delegasi desa dan kecamatan, mungkin, delegasi tidak mempertahankan secara umum, masing-masing melihat wilayahnya, di kecamatan juga delegasi tidak melihat secara komulatif. Pak Camat punya peranan bersama delegasi kecamatan,” Jelsanya.

Hanya saja anggapan Syarifuddin tak sejalan dengan yang diungkap Kepala Desa Swatani, Andi Dody Ariady. Menurut Dody, pembangunan jalan di Kacibo dimasukkan setiap tahunnya ke Musrembang hanya saja pihaknya tidak mengetahui mengapa hingga kini tidak terlaksana pembangunannya sejak tahun 1992.

“Setiap tahun bahkan kepala desa sebelumnya telah memasukkannya ke Musrembang, hanya saja terseleksi, dan kami tidak tahu mengapa. kami bahkan telah menyodor proposal ke salah satu anggota dewan dari Rilau Ale dan dinas PUPR, tapi sampai sekarang juga tidak ada,” Jelas Dody.

Sebelumnya pada Jumat (30/11/2018), Puluhan warga Kacibo, Desa Swatani Kecamatan Rilau Ale melakukan protes terhadap pemerintah kabupaten dan para anggota dewan Kabupaten Bulukumba dengan melakukan aksi penanaman ratusan pohon pisang dan kelapa di jalan sepanjang 2 KM.

Leave a Reply